Menag Evaluasi Layanan Konsumsi di Arafah dan Mina: Harusnya Ada Tester Makanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengevaluasi petugas terkait konsumsi saat di Arafah dan Mina. Dia mempertanyakan tidak adanya tim yang ditugaskan tester atau mencicip kualitas masakan yang akan disajikan untuk jemaah.

Selama di Arafah dan Mina, jemaah mendapatkan nasi boks yang disediakan pihak syarikah sebagai pengelola masyair.

"Kemarin kelewatan, harusnya tester dulu karena kan dapurnya di situ, di Arafah dapurnya di situ, di Mina dapurnya di situ, kemarin kita enggak taruh orang untuk jadi tester makanan," katanya, Senin (18/7).

Hal itu dia sampaikan seusai memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji bersama delegasi Amirul Hajj, Dubes RI untuk Arab Saudi, Konjen RI di Jeddah, PPIH dan Dirjen PHU. Beruntung, tidak ada masalah yang timbul pada jemaah terkait konsumsi. Menag tidak ingin kejadian itu terulang kembali.

"Alhamdulillah tidak ada kasus. Hal teknis seperti itulah yang kita bicarakan supaya ke depan lebih baik lagi," tegas Menag.

Kenaikan Masyair Harusnya Sesuai dengan Fasilitas

Dalam kesempatan yang sama, Menag kembali menegaskan, penerapan biaya Masyair ke depannya harus disesuaikan dengan fasilitas yang didapat jemaah.

"Kita pemerintah dan jemaah berapa pun bayarnya, tidak masalah. Tapi apa yang dibayarkan harus sesuai," kata Menag.

Kesesuaian yang dimaksud, kata Menag, misalnya meski ada fasilitas kasur, tetapi diharapkan ke depan lebih layak. "Misalnya kasurnya jangan tipis, kasurnya sekali pakai."

Begitu juga dengan menu makanan yang disediakan untuk jemaah. Selain higienis dan sehat, menu yang disajikan harusnya lebih variatif.

"Menu makanan yang itu saja, jangan buncis melulu, ya tambah telur dadar, telur ceplok, sambal," tegas Menag. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel