Menag ke Jemaat Gereja Katedral Makassar: Beribadalah Seperti Biasa

Hardani Triyoga, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyambangi lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 29 Maret 2021. Yaqut mengecek sejumlah titik Gereja Katedral.

Di lokasi tersebut, Yaqut didampingi Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan simpati kepada pimpinan serta para jemaat gereja Katolik tertua di Makassar tersebut.

Dia kembali mengutuk keras atas aksi teror bom bunuh diri yang menyasar jemaat Gereja Katedral yang menyebabkan belasan orang terluka.

“Saya ke sini menyampaikan keprihatinan dan simpati ke Gereja Katedral dan para jemaat. Kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Yaqut, dalam keterangannya.

Yaqut meminta Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada' untuk bisa menenangkan jemaatnya. Meski menjadi sasaran pengeboman, ia berharap jemaat tak perlu khawatir dan tetap menjalankan ibadah seperti biasa.

“Beribadahlah seperti biasa, jangan ketakutan, kita akan lawan, hadapi kelompok-kelompok yang melakukan teror itu," jelas Yaqut.

Untuk memerangi teror dan radikalisme, Yaqut mengakui hal itu bukanlah ringan. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bekerja sama melawan musuh bersama tersebut. "Kita butuh kerja sama semua pihak, media, aparat keamanan, agar tragedi kemanusiaan tidak terulang lagi," lanjutnya.

Selain itu, ia mendorong para pemuka agama agar terus berdakwah dengan mengutamakan jalan yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Dengan jalan itu, maka agama hakikatnya ditempatkan pada fungsinya, yakni menebarkan kedamaian serta kasih sayang.

“Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan teror. Saya berharap nilai-nilai ini terus disampaikan oleh para tokoh agama," tutur Gus Yaqut.

Selain mengunjungi Gereja Katedral, Yaqut juga menemui sejumlah korban luka bom di rumah sakit dan memberikan santunan sebagai tanda cinta kasih. Dia berharap, para korban mendapat perawatan terbaik dan segera pulih.

“Saya sangat bersimpati dan memberikan dukungan moral agar mereka diberi ketabahan dan segera sehat kembali,” kata Yaqut.