Menag: Lempar Jumrah Sore Hari Pilihan Tepat, Udara Tak Terlalu Panas

Merdeka.com - Merdeka.com - Seluruh jemaah haji Indonesia telah melakukan lempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menilai, hari pertama pelemparan jumrah berjalan lancar.

"Saya kira semua berjalan dengan baik, dengan lancar sesuai dengan skenario yang panitia buat," kata Menag seusai melempar jumrah aqabah, Mina, Arab Saudi, Sabtu (9/7).

Menag bersyukur panitia memilih waktu melempar jumrah pada sore hari, saat ditawarkan pihak Saudi. Cuaca sore hari dinilai cukup sejuk. Sehingga membuat jemaah lebih nyaman.

"Ketika kita diminta memilih pertama kali oleh Saudi, kita pilih sore hari dan pilihan ini benar, kita lihat sepi sekali Jamarat dan udaranya tidak terlalu panas," katanya.

Diakui Menag, tantangan terbesar dari prosesi haji adalah saat di Mina. Di mana jemaah harus berjalan jauh selama tiga hari berturut-turut untuk melempar jumrah.

"Kita sudah antisipasi sebaik-baiknya dan mudah-mudahan sesuai apa yang kita skenariokan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menag mengaku sangat bersyukur sejauh ini, angka kesakitan dan kematian pasien tidak terlalu tinggi.

Mengutip data Siskohat per 9 Juli 2022, jemaah wafat mencapai 34 orang. Menurutnya, hal itu tak lepas dari gerak cepat petugas kesehatan memberikan penanganan pada jemaah yang sakit.

"Iya Alhamdulillah, angka orang sakit itu juga tidak terlalu tinggi, mungkin karena pembatasan usia, bisa juga itu salah satu faktor dan faktor lain juga karena edukasi kepada jemaah kita lakukan terus menerus."

"Mudah-mudahan kita jaga dan terus berdoa semoga angka ini tidak bertambah," sambung Menag.

Itu sebabnya, dia sangat berharap jemaah yang telah menyelesaikan ibadah melempar aqabah bisa benar-benar memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Sehingga saat melempar jumrah di hari hari tasyrik 11 12 13 Dzulhijjah kondisi tubuh lebih fit.

"Kita harapkan jemaah memanfaatkan waktu dengan benar-benar untuk beristirahat, ngaji memperdalam manasik memperbanyak ibadah. Supaya ketika besok menjalankan jumrah wusta, ula, aqabah benar-benar fit," tutup Menag Yaqut. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel