Menag minta peringatan Sumpah Pemuda tak dimaknai seremonial semata

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya agar peringatan Hari Sumpah Pemuda tak dimaknai hanya sebatas seremonial semata, tapi harus meningkatkan semangat dalam menunaikan tugas-tugas sebagai bentuk pengabdian pada negara dan masyarakat.

"Kita tak boleh hadir sebatas menunaikan kewajiban. Semoga langkah kita dalam memperkuat peran Kementerian Agama selalu diberikan kekuatan dan keberkahan," ujar Menag saat memimpin upacara peringatan Sumpah Pemuda di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Tokoh-tokoh perempuan penting di balik Sumpah Pemuda

​​​​Yaqut mengatakan ada banyak agenda besar Kementerian Agama yang harus dituntaskan bersama pada tahun ini. Ia menyebut tahun toleransi, moderasi beragama, dan digitalisasi layanan menjadi program prioritas Kementerian Agama yang harus dikawal.

Ia meminta agar keluarga besar Kementerian Agama untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dalam merawat keberagaman menjadi harmoni.

"Birokrasi ini tak boleh apa adanya, tapi harus berlari kencang mewujudkan layanan publik yang prima," kata dia.

Menurutnya, ada banyak sorot mata yang mengawasi langkah dan kinerja Kementerian Agama. Hal itu, menandakan bahwa Kementerian Agama sangat dinanti perannya.

"Untuk itulah, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-94 tahun 2022, saya mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk bekerja lebih terorganisasi, lebih fokus, dan lebih terukur," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan peringatan ke-94 Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengambil semangat dan komitmen bersatu dalam keragaman.

Baca juga: Gus Iim: Santri berperan bawa semangat Sumpah Pemuda untuk jaga NKRI

Baca juga: Relevansi semangat Sumpah Pemuda di era setelah pandemi

"Bagaimana keragaman itu bisa menjadi satu kekuatan, dan anak muda bisa berperan secara optimal dalam membangun komitmen bersatu membangun bangsa secara bersama," kata dia.

Menurut Ni'am, dalam membangun sebuah bangsa perlu ada sinergi dari semua pihak. Tak hanya kaum muda saja, seluruh elemen masyarakat harus bersatu demi mewujudkan cita-cita bangsa.

"Semuanya punya tanggung jawab membangun bangsa. Kita harus menggelorakan komitmen sumpah pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus ada kesadaran secara kolektif," kata dia.