Menag Minta Petugas Siaga & Beri Layanan Terbaik untuk Jemaah yang Kembali ke Makkah

Merdeka.com - Merdeka.com - Prosesi puncak haji di Arafah, Muzadalifah, dan Mina (Armuzna) sudah mendekati akhir. Hari ini, Senin (11/7), sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal sudah meninggalkan Mina dan kembali ke hotelnya di Makkah.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, meminta petugas siap menyambut jemaah yang akan kembali ke pemondokan. Yaqut berharap petugas tetap memberikan pelayanan terbaiknya untuk jemaah.

"Saya minta petugas haji Makkah untuk siaga di pemondokan, dan bersiap sambut jemaah," kata Menag di Makkah.

Tahun ini, pemerintahan Saudi membagi jadwal lempar jumrah jemaah Indonesia menjadi dua. Pertama, dini sampai subuh, kedua sore hingga malam hari. Khusus jemaah yang mengambil nafar awal, jadwal melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah akan selesai sebelum sore. Karena sebelum matahari tenggelam, jemaah mengambil nafar awal harus segera keluar dari Mina.

"Dan langsung kembali ke hotel, terutama yang tinggal di kawasan dekat jamarat, seperti Raudhah dan Syisah," katanya.

Nafar Awal adalah jemaah yang mengambil pilihan untuk keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari. Bagi jemaah yang akan tetap menginap sampai 13 Zulhijah, disebut Nafar Tsani.

Sekembalinya ke hotel di Makkah, jemaah akan menjalani Rukun Haji Thawaf Ifadlah dan Sa'i di Masjidil Haram. "Beberapa hari ke depan, kepadatan aktivitas jemaah akan bergeser ke Masjidil Haram. Saya juga sudah minta ke Sektor Khusus untuk bersiap di posnya masing-masing untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah yang menjalani Ifadhah dan Sa'i," tutur Menag.

Dikarenakan aktivitas yang cukup melelahkan sepanjang Armuzna, Menag mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan. Untuk yang ingin ke Masjidil Haram, diminta menunggu sampai bus shalawat kembali beroperasi.

"Saya mengimbau jemaah istirahat di hotel terlebih dahulu sampai bus shalawat kembali beroperasi," pesan Menag. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel