Menag sebut Syekh Nawawi Al Bantani ulama produktif dan moderat

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan Syekh Nawawi Al Bantani merupakan sosok ulama produktif dan pemikirannya moderat sehingga banyak kitab karangannya dipelajari di Indonesia dan dunia.

"Kita memperingati Haul Syekh Nawawi untuk menjadikan contoh bagi bangsa Indonesia," kata Yaqut saat hadir di acara Haul Syekh Nawawi ke-129 di Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Jumat.

Menurut dia, perjuangan Syekh Nawawi untuk semangat belajar patut dijadikan contoh bagi generasi muda bangsa.

Baca juga: Menag: Indonesia kehilangan guru besar atas wafatnya Syafii Ma'arif

Saat itu , betapa sulit bisa belajar ke Arab Saudi, namun berkat semangat sehingga menghasilkan ratusan karya.

Kitab karangan Syekh Nawawi mulai dari hadits, Tafsir, Tasauf Fikih hingga Nahwu dan dipelajari di pondok pesantren baik dalam negeri maupun luar negeri.

Untuk menginspirasi dan memotivasi generasi muda perlu dilakukan peringatan Syekh Nawawi setiap tahun sebab Syekh Nawawi ulama besar hingga mendunia dan karyanya di perguruan tinggi untuk menjadi bahan tesis dan disertasi.

Baca juga: Menag ajak pererat kerukunan umat pada perayaan kenaikan Isa Almasih

"Kita merasa bersyukur bahwa keluarga Syekh Nawawi dapat memperingatinya," kata Yaqut.

Menurut dia, Syekh Nawawi pengarang kitab sangat produktif dan pemikirannya moderat dengan sikap keagamaan dan keulamaanya.

Saat ini, kata dia, karya-karya itu dipelajari di Indonesia dan Timur Tengah, seperti Tafsir Munir, Nashaihul Ibad dan Nihayati Az-Zain.

Baca juga: Syafii Ma'arif wafat Kemenag sebut RI kehilangan pemikir bangsa

Bahkan, dalam kitab Nashaihul Ibad wajib menjaga persatuan dan kesatuan juga toleransi serta dilarang melakukan kedholiman.

Selain itu mengajak semua pihak untuk saling menyayangi, mencintai dan saling bersahabat kepada makhluk di dunia.

Menurut dia, Syekh Nawawi ulama yang mencerminkan saling toleransi dan saling menyayangi serta melarang kedholiman.

Syekh Nawawi Al Bantani merupakan ulama besar asal Indonesia bertaraf Internasional yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Saudi Arabia. Ia lahir di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang, Banten.

Baca juga: Kemenag Riau minta calon jamaah haji siap hadapi cuaca panas di Arab

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel