Menag Segera Siapkan Regulasi Larang Rumah Ibadah Dipakai Kampanye

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menolak keras bila rumah ibadah dijadikan tempat untuk aktivitas kampanye atau kegiatan politik praktis. Dia berkomitmen untuk menghindari politisasi agama. Terlebih jelang Pemilu 2024.

"Kita juga berkomitmen dalam kesempatan ini untuk menghindari politisasi agama. Jadi kita menolak agama digunakan sebagai instrumen atau alat untuk berpolitik termasuk tempat-tempat ibadah digunakan untuk berpolitik kita juga tolak bersama-bersama," kata Yaqut, saat ditemui, di Kantor Kemenag, Jakarta, Sabtu (14/1).

Agar tak sekadar imbauan, Yaqut menyebut, Kementerian Agama (Kemenag) sudah membuat regulasi terkait larangan tersebut.

"Jadi kalau secara regulasi kita sudah membuat peraturan agar rumah ibadah tidak digunakan sebagai tempat untuk melakukan konsolidasi politik," tegasnya.

Menag sangat berharap peserta Pemilu 2024 dapat menahan diri dan mengikuti aturan agar tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat berkampanye atau melakukan konsolidasi politik.

"Membutuhkan juga kesadaran bersama baik seluruh masyarakat maupun para pengurus rumah ibadah agar mereka juga menahan diri tidak memberikan kesempatakan kepada siapapun untuk menggunakan tempat ibadah untuk alat sebagai konsolidasi politik praktis," imbuh Yaqut. [lia]