Menakar Dampak Kenaikan Batas Utang AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masalah anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) dan plafon atau batas utang menjadi sorotan pada Oktober 2021.

Pemerintah AS hadapi tenggat waktu makin dekat untuk anggaran. Ada masalah pendanaan pemerintah AS yang jika tidak diselesaikan akan berakhir dengan pemerintahan yang tutup. Namun, hal tersebut telah terjadi beberapa kali pada masa lalu. Kongres telah menyelesaikannya.

Di sisi lain, ada masalah plafon utang. Masalah ini juga disorot oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen pekan ini. Keputusan menaikkan pagu utang adalah dilakukan lebih awal, dan tidak sampai menit terakhir.

Bicara soal plafon utang, apa itu plafon utang? Sejak berdirinya AS, negara itu selalu berjalan pada utang. Awalnya untuk membiayai negara tersebut setelah perang revolusi.

Plafon utang ini memungkinkan tingkat maksimal utang federal untuk bisa meminjam. Plafon utang telah dinaikkan berkali-kali sebelumnya oleh kedua belah pihak dan biasanya bukan perdebatan besar.

Namun, saat ini karena pengeluaran besar yang direncanakan oleh Partai Demokrat kemungkinan besar akan ditentang oleh Partai Republik. Batas waktu plafon utang ini pada 18 Oktober 2021.

Lalu apa yang terjadi jika plafon utang tidak dinaikkan?

Mengutip laporan mingguan Ashmore Asset Management Indonesia, sebagian besar skenario dari pengamat dan harapan kalau batas utang akan dinaikkan.

Akan tetapi, jika tidak itu akan membuat efek domino pada pasar keuangan global. Terutama AS selalu dianggap memiliki aset aman. Jika plafon utang tidak dinaikkan, ada potensi bagian dari utang yang tidak akan dibayar atau gagal bayar. Peringkat kredit AS juga berada di bawah pengawasan dan tekanan pada prospek ke depan.

"Sederhananya pasar melihat ini sebagai suatu keharusan untuk AS menaikkan plafon utangnya,” tulis Ashmore, dikutip Senin (4/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dampak Kenaikan Plafon Utang AS

Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Lalu menjadi pertanyaan apa dampak dari kenaikan plafon utang AS?

Ashmore menyebutkan tekanan pada imbal hasil surat berharga naik dan treasury AS akan turun menjadi paling cepat.

Dengan kenaikan plafon utang artinya pemerintah akan punya ruang menaikkan persediaan utang. Dikombinasikan dengan rencana perlahan-lahan melakukan tapering mungkin hasilkan sejumlah tekanan untuk imbal hasil. Kenaikan imbal hasil akan menekan kemampuan AS untuk bayar bunga pada infrastruktur utama.

“Namun kami juga melihat gejolak pasar obligasi negara berkembang. Kita tingkatkan kas dan kurangi obligasi durasi jangka panjang untuk kurangi risiko dari sentimen ini,” kata Ashmore.

Seiring banyak indikator menunjuk ekspektasi pertumbuhan dan inflasi meningkat, Ashmore merekomendasikan untuk seimbangkan aset saham.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel