Menakar Efektivitas Larangan Mudik dalam Menekan Mobilitas Warga Jabar

·Bacaan 2 menit
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Larangan mudik lebaran yang dimulai Kamis (6/5/2021) ternyata cukup efektif untuk menekan arus mudik lebaran tahun ini. Hal itu salah satunya dapat terlihat dari lalu lintas di berbagai pos penyekatan di Jawa Barat.

Dalam hal ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan larangan mudik hari pertama berjalan optimal di titik-titik penyekatan yang sudah disiapkan Polri.

"Proses pelarangan mudik sangat dinamis per hari kemarin, Polda Jawa Barat memutar balik 11 ribu kendaraan. Jadi selama dua hari terakhir sudah 22 ribu yang diputar balik karena ketahuan curi-curi mudik dari total 64 ribu kendaraan yang dirazia atau diperiksa," katanya di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (7/5/2021).

Seperti diketahui, tanggal 6-17 Mei 2021 merupakan masa pemberlakuan larangan mudik lebaran. Pada periode tersebut, sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021, larangan perjalanan lintas kota, kabupaten, provinsi, dan negara dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik.

Kepentingan itu yaitu bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, menilai penyekatan yang dilakukan polisi bersama gabungan unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan instansi terkait membuat masyarakat sadar untuk menunda mudik.

"Hikmahnya per hari ini laporan kepolisian lebih lengang karena yang mungkin pemberitahuan terjadinya dinamika luar biasa kemarin itu (penyekatan) membuat yang mau mudik mengurungkan niat," ujar mantan Wali Kota Bandung itu.

Adapun Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah memetakan jalur alternatif yang bakal dilalui pemudik lebaran tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menghalau pemudik yang tetap memaksakan diri melakukan perjalanan lintas daerah di tengah larangan mudik lebaran.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, strategi pengawasan di jalur tikus sesuai dengan larangan pemerintah yang dikeluarkan pemerintah.

"Langkah Polda Jabar sudah jelas bahwa sudah ada perintah dari pusat intinya tidak boleh masyarakat untuk mudik. Oleh karena itu kami membuat strategi baru yaitu penyekatan baik itu di jalur tol, maupun di jalur biasa yang digunakan oleh roda dua maupun roda empat," kata Erdi di Bandung, Kamis (22/4/2021).

Polda Jabar telah menyiapkan 120 titik penyekatan di Jabar. Pos penyekatan itu difokuskan di 11 polres yang menjadi jalur favorit mudik. "Termasuk yang dijadikan sebagai jalur alternatif dalam kegiatan mudik akan kita awasi," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel