Menakar Efektivitas Vaksinasi Sebelum Mudik Cegah Lonjakan Covid-19 Setelah Lebaran

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksinasi Covid-19, , baik vaksinasi primer maupun lanjutan atau booster, sebelum mudik Lebaran Idulfitri 2022. Vaksinasi dianggap bisa menekan risiko lonjakan kasus Covid-19 setelah Lebaran.

Lantas seberapa efektif vaksin mencegah lonjakan kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu setelah Lebaran Idulfitri 2022?

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, vaksinasi efektif mengurangi risiko terinfeksi Covid-19.

Dia mengibaratkan pandemi Covid-19 seperti hujan. Saat hujan, masyarakat perlu melindungi diri dengan payung dan baju pelindung. Peranan payung sama seperti vaksinasi booster, sementara baju pelindung bak vaksinasi lengkap.

"Tentu kita akan memiliki kemungkinan kecil basah kuyup. Tapi bahwa kita akan terkena cipratan air ya bakal, wong itu banyak banget. Tapi karena cipratan airnya sedikit, kita juga memakai pelindung tadi, jadi tidak basah kuyup kita," jelasnya kepada merdeka.com, Minggu (24/4).

Asupan Gizi dan Protokol Kesehatan

Selain vaksinasi lengkap dan booster, Dicky menilai perlu asupan makanan bergizi dan minum yang cukup bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Asupan gizi seimbang merupakan kekuatan internal untuk mengurangi risiko terjangkit Covid-19.

Menekan risiko terinfeksi Covid-19 ternyata tak cukup dari internal. Dicky menyebut butuh dukungan eksternal, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara rutin.

"Masker dan cuci tangan itu seperti pakai sepatu bot supaya semakin kecil (risiko terpapar Covid-19). Termasuk tangannya dilindungi supaya tidak basah, pakai sarung tangan, sehingga ketika hujan besar semakin kecil bagian tubuh kita terpapar. Efektif? Ya efektif," ucapnya.

Belajar dari China

Dicky mengingatkan saat ini Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Risiko peningkatan kasus masih bisa terjadi. Dia mencontohkan China, mengalami lonjakan Covid-19 akibat adanya perayaan Imlek.

Menurut Dicky, salah satu pemicu lonjakan kasus usai Imlek ialah masih banyak kelompok masyarakat masuk kategori rawan terifeksi Covid-19 belum mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster.

"Itu yang menyebabkan sebaran Covid-19 menjadi cepat. Oleh karena itu, supaya kita tidak kebasahan, tidak terpapar, gunakan manfaat dari vaksin ini," tutupnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel