Menakar Keuntungan Gojek dan Tokopedia Jika Merger

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menarik perhatian, Gojek dan Tokopedia dikabarkan akan merger dalam waktu dekat. Lalu bagaimana jika dua startup raksasa Tanah Air tersebut benar-benar bergabung?

Melihat hal ini, Mandiri Sekuritas memberikan pandangannya. Dalam pemaparan yang diberikan, valuasi target potensial yang mampu dihasilkan mencapai USD 35 miliar hingga 40 miliar.

Tak hanya itu,baik Gojek dan Tokopedia juga bisa menikmati efek jaringan kuat dan siklus yang baik melalui ekosistem digital yang sudah besar. Hasil merger juga disebut Mandiri Sekuritas mampu meningkatkan kekuatan kompetitif dan mengarah pada nilai sinergis yang lebih kuat melalui keterkaitan ekosistem alami.

Ekosistem ini terjadi karena gabungan pengguna, pedagang, dan mitra pengemudi semakin meningkat engan lebih dari 100 juta pengguna. Terdapat juga beragam produk, layanan serta penawaran yang mampu menarik minat pengguna aplikasi.

Dengan demikian, penggabungan menawarkan sinergi yang kuat dari ekosistem yang diperluas, sehingga layanan lebih terintegrasi. Merger yang dilakukan juga mampu mengubah aplikasi menjadi lebih kuat, menawarkan produk dan layanan yang lebih luas sehingga lebih banyak crossselling dan peluang monetisasi.

Mandiri Sekuritas juga yakin, sinergi ini akan memperkuat jalur menuju profitabilitas, karena skala ekosistem dan kasus penggunaan yang diperbesar. Sedangkan nilai-nilai sinergis harus meningkatkan leverage operasi dan pada saat yang sama menarik dan mempertahankan lebih banyak pelanggan.

Model sinergis juga akan bekerja menuju keuntungan dari logistik dan penawaran fintech. Khusus Gojek, memiliki infrastruktur yang kuat untuk logistik di perkotaan besar, sehingga bisa bersinergi dengan Tokopedia dalam hal penawaran layanan yang lebih baik dalam pengiriman instan.

Terdapat juga potensi kuat dalam digital pembayaran dan penawaran layanan keuangan dengan mengintegrasikan GoPay, Tokopedia, dan Bank Jago (Gojek baru-baru ini mengakuisisi saham minoritas).

Kumpulan data gabungan juga akan memperkaya wawasan untuk data analitik, melengkapi mereka dengan aset dan infrastruktur yang lebih kuat untuk meningkatkan fintech menawarkan pinjaman, asuransi, investasi, serta pengiriman uang.

Meski demikian, VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak membantah ada kabar merger. "Kami tidak dapat menanggapi spekulasi yang ada di pasar,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Telah Teken Perjanjian Merger

Logo Tokopedia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)
Logo Tokopedia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Sebelumnya, kabar merger antara Gojek dan Tokopedia telah berembus sejak awal 2021. Informasi terbaru, kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian merger.

"Tokopedia dan Gojek telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) terkait perjanjian merger,” tulis laporan D-Insights yang diungkap techinasia, Selasa (9/3/2021).

Laporan itu menyebut, pemegang saham Gojek akan memiliki 60% saham di perusahaan, sementara Tokopedia akan memiliki sisa perusahaan hasil merger.

Entitas gabungan yang nilainya bisa berkisar antara US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar itu juga disebut-sebut berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terkait kabar tersebut, VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan, "beritanya tidak akurat dan murni spekulatif. Jika ada aksi korporasi, kami akan menginformasikannya kepada media."

Sebelumnya, pada 12 Februari 2021, Nuraini juga menyatakan hal serupa saat dihubungi Liputan6.com. "Kami tidak dapat menanggapi spekulasi yang ada di pasar."

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini