Menakar Peluang 3 Tim Indonesia Timur di BRI Liga 1 2022 / 2023: Hanya Sebatas Status Kuda Hitam

Bola.com, Jakarta - Sepak mula BRI Liga 1 2022/2023 bakal berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (23/7/2022). Duel perdana Liga 1 musim ini mempertemukan tuan rumah PSIS Semarang kontra RANS Nusantara FC.

Tim-tim peserta bakal saling bersaing dan berjuang memperebutkan trofi juara yang musim lalu didapat Bali United. Dari 18 tim yang ikut bertarung di BRI Liga 1, ada tiga klub berasal dari kawasan Indonesia Timur (KTI), yakni Borneo FC, Barito Putera, dan PSM Makassar.

Pencapaian tertinggi tim asal KTI pada era Liga 1 yang dimulai pada 2017 adalah peringkat dua yang ditorehkan PSM. Pada musim 2018, perolehan poin Tim Juku Eja hanya berselisih satu angka dari sang juara, Persija Jakarta yang mengoleksi poin 62.

Bagi PSM Makassar, hasil musim itu lebih baik dari sebelumnya yakni peringkat tiga pada edisi perdana Liga 1. Namun, pada musim berikutnya, pencapaian PSM melorot tajam.

Pada Liga 1 2019, Tim Juku Eja bertengger di peringkat ke-12. Beruntung, pada musim itu, wajah PSM terselamatkan dengan sukses meraih gelar juara Piala Indonesia 2018/2019.

Seperti diketahui, Liga 1 2020 dinyatakan batal karena izin dari kepolisian tak kunjung turun gegara pandemi COVID-19. Di Liga 1 2021/2022, pencapaian PSM tak kunjung membaik.

Penampilan yang tak konsisten sepanjang musim membuat mereka nyaris mengalami degradasi ke Liga 2. PSM Makassar baru memastikan diri tetap bertahan di BRI Liga 1 pada pekan ke-33 setelah mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 1-0.

PSM pun bertengger di peringkat ke-14 dengan poin 38 atau hanya unggul dua angka atas Persipura Jayapura, tim KTI lainnya yang terlempar ke kasta kedua.

 

 

 

Pencapaian Duo Klub Kalimantan

BRI Liga 1 - Barito Putera Vs Borneo FC (Bola.com/Adreanus Titus)
BRI Liga 1 - Barito Putera Vs Borneo FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Adapun pencapaian Barito yang merupakan tim asal Galatama, malah lebih jelek. Tim asal Banjarmasin itu hanya unggul selisih gol atas Persipura.

Bagi Barito Putera, hasil minor itu tak sebanding dengan materi pemain serta dukungan finansial yang terbilang baik. Di era Liga 1, prestasi terbaik Tim Laskar Antasari adalah peringkat tujuh pada musim 2017.

Sementara itu, prestasi tim asal Kalimantan lainnya, Borneo FC, terbilang stabil sejak promosi ke kompetisi kasta teratas pada 2014. Pada 2017, tim asal Samarinda itu selalu bertengger di papan tengah.

Teranyar, Borneo FC berada di posisi enam klasemen akhir BRI Liga 1 musim lalu. Mereka hanya tertinggal satu poin dari peringkat lima, Persebaya Surabaya yang mengoleksi 63 angka.

Mengacu pada persiapan serta penampilan tiga tim ini di Piala Presiden 2022, Borneo FC lebih berpeluang bersaing menembus papan atas BRI Liga 1 2023.

Di sisi lain, Barito Putera dan PSM Makassar harus bekerja keras untuk sekadar menembus papan tengah. Meski begitu, semangat dan penampilan pantang menyerah ala tim KTI membuat ketiganya tetap berpotensi menjadi kuda hitam yang bisa menyulitkan para kandidat juara.

Berikut ini Bola.com membuat narasi singkat mengenai kekuatan ketiga tim tersebut.

 

1. PSM Makassar

Liga 1 - Ilustrasi Logo PSM Makassar BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo PSM Makassar BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah BRI Liga 1 2021/2022, manajemen PSM melakukan perombakan tim yang mencapai 80 persen. Peran Joop Gall (Belanda) sebagai pelatih kepala digantikan Bernardo Tavares (Portugal).

Mayoritas pemain baru yang datang berasal dari Liga 2 dan Akademi PSM. Kalau pun ada pemain dari klub Liga 1, statusnya hanya pelapis dari tim lamanya.

Padahal, pemain pilar lokal seperti Hilman Syah, Hasim Kipuw, Sutanto Tan, Abdul Rachman, Ilham Udin Armaiyn, dan Ferdinand Sinaga sudah tak lagi bersama tim.

Di sektor pemain asing, PSM hanya mempertahankan sang kapten, Wiljan Pluim (Belanda) yang sudah bergabung sejak 2016. Tim Juku Eja kemudian merekrut Yuran Fernandes (Tanjung Verde), Kenzo Nambu (Jepang), dan Everton Nascimento (Brasil).

Namun, PSM mampu mencuri perhatian dengan menembus 8 besar Piala Presiden 2022 dan meraih tiket semifinal Piala AFC 2022 zona ASEAN.

Pencapaian positif merupakan sinyal jika tim dengan lima gelar juara Piala Perserikatan, satu Liga Indonesia dan Piala Indonesia itu pantang dipandang sebelah mata.

2. Barito Putera

Liga 1 - Ilustrasi Logo Barito Putera BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Barito Putera BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Materi pemain Barito Putera praktis tak banyak berubah dibandingkan musim lalu. Trio asing dari Brasil, Rafinha (gelandang), Rafael Silva (striker), dan Renan Alves (bek) masih dipertahankan.

Satu kouta Asia diisi oleh gelandang asal Jepang, Ryota Noma. Di sektor lokal, muka lama seperti Rizky Pora, Bayu Pradana, Bagas Kaffa, Aditya Harlan, Ambrizal Umanailo, dan Luthfi Kamal masih berada dalam tim.

Untuk menangani tim, manajemen Barito Putera mendatangkan pelatih berpengalaman Dejan Antonic. Ia menggantikan Rahmad Darmawan yang kembali ke RANS Nusantara.

Seperti PSM, Barito juga melangkah ke-8 besar Piala Presiden 2022 dengan status runner-up Grup B di bawah Borneo FC. Dari empat kali tampil, Barito tercatat satu kali menang dan tiga imbang.

Langkah mereka dihentikan Arema via adu penalti di perempat final. Seperti diketahui, Arema FC akhirnya merah trofi juara setelah memupus ambisi Borneo FC di final dengan agregat 1-0.

3. Borneo FC

Liga 1 - Ilustrasi Logo Borneo FC Samarinda BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Borneo FC Samarinda BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Borneo FC tak lagi diperkuat dua strikernya, Fransisco Torres dan Boaz Salossa. Sebagai pengganti, manajemen Tim Pesut Etam mendatangkan Matheus Pato (Brasil) dan Stefano Lilipaly plus Diego Michels.

Sementara itu, pemain lama yang membawa Borneo finish di peringkat enam BRI Liga 1 musim lalu, seperti Javlon Guseynov (Uzbekistan), Kei Hirose (Jepang), Jonathan Bustos (Argentina), Terens Puhiri, Hendro Siswanto, dan Muhammad Sihran masih berada dalam tim.

Mereka pun memakai jasa pelatih asal Bosnia, Milomir Seslija. Hasilnya terbilang lumayan. Borneo tampil aktraktif dan menjadi tim paling produktif di Piala Presiden 2022.

Total gol yang dikoleksi Borneo FC sejak fase penyisihan sampai final adalah 14 gol. Enam gol di antaranya disumbangkan striker anyar mereka, Matheus Pato (Brasil) yang kemudian menjadi top skorer.

Sayangnya, pada dua laga final kontra Arema FC, Borneo gagal mencetak gol. Mereka pun akhirnya harus puas dengan status runner-up Piala Presiden 2022, setelah kalah dengan gol agregat 0-1 dari Arema.

Simak Posisi Akhir Liga 1 Musim Lalu:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel