Menakar Peluang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Merdeka.com - Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan pandemi Covid-19 segera berakhir. Pernyataan ini menjadi kabar gembira bagi seluruh negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengaku sependapat dengan WHO. Menurutnya, akhir pandemi Covid-19 di dunia memang sudah di depan mata.

Kondisi ini ditandai dengan penularan Covid-19 di berbagai negara di dunia mengalami perbaikan. "Memang situasi pada umumnya di dunia sekarang sudah jauh membaik," katanya kepada merdeka.com, Rabu (21/9).

Meski penularan Covid-19 terus membaik, Tjandra menilai, seluruh negara di dunia perlu menjalankan enam syarat yang sudah direkomendasikan WHO. Enam syarat tersebut adalah, pertama, cakupan vaksinasi Covid-19 pada kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan perlu mencapai 100 persen. Sedangkan pada lansia minimal memenuhi 97 persen.

Kedua, pelacakan kasus Covid-19 melalui testing dan sekuensing, termasuk untuk gangguan respiratori lainnya seperti influenza. Ketiga, seluruh negara harus memiliki kesiapan sistem kesehatan guna memberikan pelayanan pada pasien dan mengintegrasikan pelayanan Covid-19 dengan sistem pelayanan kesehatan primer di tingkat puskesmas maupun klinik.

Keempat, persiapan negara dalam menghadapi lonjakan kasus dengan memastikan seluruh fasilitas dan tenaga kesehatan yang dibutuhkan telah tersedia. Kelima, mendorong pencegahan dan pengendalian infeksi dengan cara melindungi petugas kesehatan dan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Terakhir, penyampaian informasi terkait situasi Covid-19 secara jelas kepada masyarakat terkait perubahan apapun dalam kebijakan Covid-19 disertakan alasan. Selain itu, perlu ada pelatihan nakes untuk mengidentifikasi dan menyampaikan informasi tersebut dan mengembangkan informasi yang berkualitas tinggi dalam format digital.

"Semua negara perlu melakukan 6 syarat itu sekarang," ujar mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini.

Covid-19 Dunia Masih Fluktuatif

Sementara Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menilai, pernyataan WHO bahwa pandemi Covid-19 segera berakhir merujuk pada data statistik penularan Covid-19 global. Namun, kondisi saat ini, belum seluruh negara mengalami pelandaian kasus Corona itu.

"Sedangkan di dunia banyak juga negara yang masih harus menghadapi Covid-19 ini, fluktuatif, ada yang naik, ada yang turun, bahkan kita juga masih ribuan kasusnya," ucap Hermawan.

Dia mengakui pernyataan WHO tersebut merupakan tanda positif dari pandemi Covid-19. Tetapi setiap negara harus tetap waspada terhadap penularan Covid-19. Hermawan mengingatkan, berakhirnya pandemi bukan berarti Covid-19 telah tiada.

Melainkan, Covid-19 masih ada. Hanya saja, status penularan Covid-19 berubah dari pandemi menjadi endemi. "Nah endemi ini juga controlable, jangan sampai dia persisten atau menjadi pandemi," ujarnya.

Hermawan mengatakan, penentuan pandemi Covid-19 bersifat global. Demikian juga dalam menentukan status endemi Covid-19, merujuk pada situasi global. Di sisi lain, tak selalu semua negara mampu mengeliminer wabah secara signifikan.

"Biasanya menjadi endemi atau bertahan di suatu daerah atau negara. Sehingga tetap menjadi sebuah kewaspadaan yang cukup tinggi," kata dia.

Peluang Indonesia Menuju Endemi

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan mengatakan, Indonesia bisa menuju akhir pandemi Covid-19 atau transisi ke endemi. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Di antaranya, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, cakupan vaksinasi Covid-19 booster dinaikan hingga mencapai 50 persen. Kemudian, laju transmisi Covid-19 kurang dari 1, dan positivity rate kurang dari 5 persen.

"BOR RS juga harus kurang dari 5 persen," kata Erlina Burhan. [tin]