Menakar Prospek Investasi Bitcoin Usai China Perketat Uang Kripto

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi pilihan investasi saat ini, transaksi mata uang kripto mulai menjadi perhatian sejumlah negara. Peraturan yang banyak menyita perhatian datang dari China dan Amerika Serikat.

Hal ini juga menjadi sentimen negatif untuk bitcoin. Terpantau selama beberapa hari harga mata uang digital ini turun cukup signifikan.

Melihat hal ini, CEO Indodax Oscar Darmawan menegaskan, sejumlah aturan terkait mata uang kripto tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena penurunan harga bitcoin wajar.

"Memang, kebijakan negara seperti ini bisa mempengaruhi harga Bitcoin. Tetapi, hanya sementara saja. Karena masih banyak negara yang memperbolehkan penggunaan Bitcoin," katanya kepada Liputan6.com, Sabtu (22/5/2021).

Memanfaatkan momen tersebut, Osca menyebut, penurunan harga bisa menjadi peluang trader atau investor untuk melakukan pemmmbelian dengan harga yang lebih murah.

"Sehingga nantinya, bisa take profit saat harga sudah naik atau lebih tinggi atau bahkan saat harga Bitcoin melewati level tertingginya," ujarnya.

Penurunan harga bitcoin yang terjadi selama sepekan diakui Oscar tersebut karena sejumlah kebijakan yang ditetapkan oleh China. Hal ini tak terlepas dari jumlah penduduk negara tersebut.

"Ditambah lagi dengan pemberitaannya yang membuat sentimen negatif juga mengurangi pembelian. Tetapi, ini hanya terjadi sementara saja, karena bitcoin akan meningkat lagi. Ini hanya penurunan yang biasa. Lihat saja harga bitcoin dan altcoin sudah tren support atau naik dari harga terendahnya," tuturnya.

Harga Bitcoin Kembali Melemah

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Harga bitcoin kembali jatuh setelah seruan intensif dari otoritas China menindak penambangan dan perdagangan uang kripto.

Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Dewan Negara mengatakan, regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk melindungi sistem keuangan. Pernyataan tersebut dirilis pada Jumat malam di China. Regulator menegaskan perlu menindak penambangan bitcoin dan perilaku perdagangan serta dengan tegas mencegah transmisi risiko individu ke bidang sosial.

Harga bitcoin di Coin Metrics merosot lebih dari 8,5 persen karena berita tersebut. Tekanan terhadap bitcoin menambah penurunan mata uang digital itu yang sudah turun lebih dari 40 persen dari posisi puncaknya.

Mata uang kripto lainnya juga mengalami kerugian besar dengan Ethereum dan dogecoin, keduanya turun lebih dari 11 persen di tengah penurunan harga yang berkelanjutan untuk mata uang tersebut.Demikian dilansir dari CNBC, Sabtu, (22/5/2021).

Tindakan keras China ini datang hanya sehari setelah pejabat Amerika Serikat berjanji untuk bersikap keras terhadap mereja yang menggunakan bitcoin untuk melakukan aktivitas illegal secara luas termasuk penggelapan pajak. Departemen Keuangan mengatakan akan membutuhkan pelaporan tentang transfer aset kripto lebih dari USD 1.000, seperti halnya dengan uang tunai.

Kekhawatiran di China berpusat pada sejumlah masalah. Banyak penambangan bitcoin dilakukan di China oleh komputer yang memakai energi dalam jumlah besar untuk memecahkan masalah matematika yang rumit untuk membuka uang kripto.

Pihak berwenang di seluruh dunia telah mengatakan kekhawatirannya tentang bagaimana bitcoin dan mitranya digunakan dengan cara ilegal.

“Penting untuk menjaga kelancaran pasar saham, utang dan valuta asing, menindak keras kegiatan sekuritas ilegal dan hukum berat kegiatan keuangan ilegal,” dikutip dari pernyataan itu.

Sebagai bagian dari upayanya untuk merampingkan ruang mata uang digital yang sedang berkembang, bank sentral China telah menjadi salah satu pertama di dunia yang mengembangkan mata uang digitalnya sediri yang didukung yuan.

The Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat mengatakan akan segera merilis makalah yang menguraikan penelitiannya sendiri ke dalam area mata uang digital bank sentral.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel