Menakar Sektor Saham Pilihan di Tengah Sentimen Suku Bunga hingga Harga Komoditas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham di Indonesia pada 2022 dinilai masih menarik. Hal tersebut didukung pemulihan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan lonjakan harga komoditas.

Dalam laporan PT Ashmore Asset Management Indonesia menilai, pasar saham Indonesia memulai awal 2022 dengan baik dibandingkan negara lain di Asia Pasifik. Namun, pasar saham masih menunggu lebih banyak katalis yang berdampak terhadap pasar saham.

Meski demikian, Ashmore Asset Management Indonesia memandang ada sejumlah sentimen yang batasi pasar saham yaitu kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Selain itu, bank sentral berencana menaikkan suku bunga dan kenaikan tingkat kasus COVID-19 karena varian omicron. Ashmore menilai, bank sentral meski menaikkan suku bunga tetapi cenderung pertahankan tingkat bunga yang rendah.

“Kami sarankan untuk memulai melihat kembali ke fundamental memasuki 2022, saat percaya ada beberapa tema kunci yang menarik untuk investasi,” tulis Ashmore.

Adapun sentimen lainnya untuk pasar saham antara lain pemulihan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus berlanjut menjadi tema utama pada 2022.

Selain itu, laba bersih perusahaan akan tumbuh 30 persen year on year (YoY). Hal ini didorong stimulus fiskal dan lonjakan komoditas yang akan mengarah pada belanja modal investasi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sektor Saham Pilihan

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk sektor saham pilihan yang dapat dicermati antara lain komoditas, ritel, properti dan bank. Ashmore juga melihat sektor energi terbarukan dan industrialisasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah jangka panjang dan menengah untuk partisipasi dalam dekarbonisasi global dan mencapai netral karbon pada 2060.

“Sebagai bagian dari komitmennya, kami melihat pembuatan kebijakan pemerintah sangat mendukung untuk ciptakan rantai pasokan untuk energi hijau, keselarasan yang kita lihat dari perspektif investasi sangat positif,” tulis Ashmore.

Selain itu,Ashmore menilai, adopsi digital juga menjadi tema pada 2022.

Valuasi

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lalu apakah valuasi sekarang menarik?

Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Januari 2022, PE IHSG di kisaran 14,8 kali dalam 12 bulan ke depan.

Valuasi tersebut sedikit di bawah rata-rata jangka panjang. Itu penurunan peringkat dalam beberapa minggu terakhir.

"Dengan normalisasi PPKM dan ledakan komoditas pada kuartal IV 2021, kami berharap momentum akan berlanjut," tulis Ashmore.

Dengan asumsi laba tumbuh 30 persen pada 2022, valuasi terhadap rasio pertumbuhan menunjukkan sangat menarik pada 2022.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel