Menaker: Kondisi sektor ketenagakerjaan mulai perlihatkan pemulihan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa kondisi sektor ketenagakerjaan memperlihatkan tanda pemulihan setelah dua tahun menghadapi pandemi COVID-19 salah satunya dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik dari 68,08 persen pada 2021 menjadi 69,06 persen pada 2022.

"Ini mengindikasikan bahwa penduduk usia kerja menjadi lebih aktif untuk masuk ke dalam pasar kerja, sekaligus tanda bahwa penduduk usia kerja mulai menunjukkan optimisme terhadap perbaikan kondisi pasar kerja dalam konteks pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19," tutur Menaker Ida dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ida juga menjelaskan kondisi pemulihan perekonomian di sektor ketenagakerjaan juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2022 mencapai 5,01 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi adalah sektor industri yaitu sebesar 1,06 persen.

Tingkat pengangguran terbuka juga turun dari 6,26 persen pada Februari 2021 menjadi 5,83 persen pada Februari 2022. Dalam konteks jumlah pengangguran karena COVID-19 menurun dari 1,62 juta orang menjadi 0,96 juta orang pada periode yang sama.

Selain itu, jumlah penduduk yang berstatus sementara tidak bekerja karena COVID-19 menurun dari 1,11 juta orang pada 2021 menjadi 0,58 juta orang pada 2022.

Baca juga: Menaker: Skema perlindungan program pensiun pekerja terus dimatangkan

Sementara penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja juga turun dari 15,72 juta orang pada 2021 menjadi 9,44 juta orang pada 2022.

"Kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kondisi waktu produktif (waktu bekerja) tenaga kerja Indonesia semakin membaik," ujar Ida.

Jumlah penduduk bekerja bertambah 4,55 juta orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir dari 131,06 juta orang pada 2021 menjadi 135,61 juta orang tahun ini.

Geliat penciptaan lapangan kerja terjadi pada sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri, listrik gas dan air, konstruksi, transportasi dan pergudangan, serta akomodasi dan makan minum.

Rata-rata upah buruh di Indonesia mengalami peningkatan dari Rp. 2.860.630 pada 2021 menjadi Rp. 2.892.537 pada 2022.

Menurutnya, meskipun rata-rata upah buruh belum meningkat secara signifikan, tapi hal itu menunjukkan adanya perbaikan dari sisi pendapatan pekerja.

Sementara itu, jumlah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat terus dijaga peningkatannya selama masa pandemi dari 29,98 juta orang pada 2020 menjadi 32,30 juta orang pada Mei 2022.

"Seluruh perbaikan tersebut bermuara pada menurunnya tingkat kemiskinan dari 10,14 % pada Maret 2021 menjadi 9,54 % pada Maret 2022. Secara nominal, jumlah penduduk miskin menurun dari 27,54 juta orang menjadi 26,16 juta orang pada periode yang sama," demikian Ida Fauziyah.

Baca juga: Menaker ajak semua pihak berkontribusi menghapus pekerja anak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel