Menaker minta semua pihak optimalkan penerapan K3 di tempat kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta dukungan semua pihak untuk mengoptimalkan penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja untuk meningkatkan perlindungan pekerja.

"Kementerian Ketenagakerjaan sebagai leading sector di bidang K3 tentu sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3," kata dia dalam sambutan yang dibacakan Direktur Bina Pengujian K3 Kemnaker Muhammad Idham dalam acara ILO di Jakarta, Selasa.

Ia juga mendorong semua pihak untuk terus mempromosikan K3 dan implementasinya di tempat kerja untuk memastikan terjadinya peningkatan perlindungan bagi pekerja. Hal itu akan memastikan terjadinya keberlangsungan usaha untuk meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Menaker minta terus gelorakan K3 di tempat kerja saat menuju endemi

Ia mengatakan apabila K3 terlaksana dengan baik maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) dapat ditekan dan biaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari, sehingga dapat tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat, dan meningkatnya produktivitas kerja.

"Semua pihak harus turun tangan untuk bekerja sama agar budaya K3 benar-benar terwujud di setiap tempat kerja dan lingkungan masyarakat umum di seluruh Tanah Air," kata Ida.

Dalam acara penutupan proyek ILO bertajuk "Meningkatkan Pencegahan COVID-19 di dan melalui Tempat Kerja" itu, ia menyoroti bahwa penerapan K3 oleh semua pihak penting dilakukan di tengah upaya penciptaan tenaga kerja produktif yang merupakan salah satu fokus pemerintah saat ini.

Penerapan K3, katanya, bagian integral dari pembangunan nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia.

Baca juga: Menaker: K3 kunci penting keberlangsungan usaha di masa menuju endemi
Baca juga: Menaker soroti pentingnya pertimbangkan variabel baru susun norma K3
Baca juga: Menaker dorong semakin banyak perusahaan terapkan SMK3