Menaker RI: Fatayat NU fokus mencetak perempuan Indonesia yang tangguh

Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Ida Fauziah meminta kepada pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) agar tetap fokus dalam upaya mencetak generasi perempuan Indonesia yang tangguh.

Ida Fauzia di Palembang, Minggu mengatakan bahwa hal tersebut penting untuk dilakukan oleh Fatayat NU sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia, bila ingin melihat para generasi harapan bangsa itu bisa unggul dan mendapatkan pekerjaan tingkat global.

Berdasarkan data angkatan kerja yang mereka himpun, lanjutnya, Indonesia saat ini didominasi perempuan usia pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) ke bawah, sehingga kemampuan kerjanya masih terbatas.

“Karena hal itulah perempuan kita masih menjadi unskill workers (pekerja tidak terampil) berdasarkan persepsi dunia, maka perlu lebih ditangguhkan kemampuan kerjanya,” kata Ida, dalam Penutupan Kongres XVI Fatayat NU di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan.

Ida mengaku optimistis, Fatayat NU kepengurusan periode 2022-2007 bisa mengubah persepsi dunia terhadap tenaga kerja perempuan Indonesia, melalui sistem pengaderan terhadap anggota Fatayat NU yang mencapai 10 juta perempuan Muslim itu di seluruh provinsi.

“Bila bisa fokus dan efektif dalam meningkatkan produktivitas para anggotanya yang masih berusia produktif. Sehingga mereka bisa berkontribusi dalam proses pembangunan negeri, tentu unggul dalam persaingan global,” kata dia.

Perlu diketahui bersama, lanjutnya, bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya mengirimkan tenaga kerja terampil ke luar negeri, seperti pekerja berkeahlian kebidanan ke Arab Saudi. "Saya berharap upaya ini bisa dilakukan juga oleh Fatayat NU," kata mantan Ketua Fatayat NU ini.

Sementara itu, Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan pihaknya fokus pada program peningkatan kemampuan perempuan Indonesia yang berorientasi pada perkembangan teknologi, transformasi budaya dan mental selama periode kepengurusannya.

Sebab, menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi ketiga faktor tersebut sebagai tantangan dalam proses melahirkan perempuan yang tangguh untuk menjawab persaingan global.

"Perkembangan teknologi, transformasi budaya, dan mental. Melalui itu kami menargetkan Fatayat NU menjadi sumber kemajuan perempuan dan anak Indonesia,” ujarnya.

Margaret Aliyatul Maimunah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU periode 2022-2027 dalam Kongres XVI Fatayat NU yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (16/7).

Pada Kongres XVI Fatayat NU itu turut dihadiri sekitar 1.500 anggota yang berasal dari 34 pimpinan wilayah pada tingkat provinsi, 48 pimpinan cabang pada tingkat kabupaten/kota, dan pimpinan anak cabang pada tingkat kecamatan dan pimpinan ranting pada tingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel