Menaker soroti peluang penempatan pekerja Indonesia ke Austria

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyoroti peluang pekerja migran Indonesia (PMI) terampil dalam penempatan di Austria yang perlu disertai peningkatan kompetensi bahasa asing melalui balai latihan kerja (BLK).

"Mereka sangat banyak membutuhkan tenaga skill profesional. Mereka butuh 250.000 (pekerja), besar sekali. Tentu kita akan menyesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan melalui BLK kita," kata dia usai penandatangan nota kesepahaman kerja sama pelatihan berbasis kerja dengan Austria di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta, Kamis.

Seperti penempatan di negara lain, pihaknya akan memastikan perlindungan kepada pekerja yang ditempatkan di Austria, termasuk terkait pengupahan.

Proses untuk penempatan pekerja sektor formal sendiri, kata dia, tidak serumit bagi sektor informal.

Baca juga: Penyaluran CPMI pada 2022 sudah lampaui target 150 ribu orang

Menurut dia, pihak pemerintah Austria sudah melihat beberapa BLK yang berada di bawah naungan Kemnaker untuk memenuhi identifikasi kebutuhan 250.000 pekerja di Austria.

"Dari sisi kompetensi yang dibutuhkan memang memenuhi tapi harus di-upgrade kapasitas dan kompetensi bahasanya. Itu yang tadi saya sampaikan, kita akan buka pelatihan bahasa di berbagai BLK kita untuk melengkapi kompetensi dasar," katanya.

Pmerintah Indonesia melalui Kemnaker menandatangani nota kesepahaman kerja sama pelatihan berbasis kerja dengan pemerintah Austria di Jakarta, Kamis ini.

Nota kesepahaman itu merupakan payung bagi pengembangan kerja sama bidang ketenagakerjaan, meliputi pelatihan vokasi, penyelenggaraan pemagangan di Austria dan inisiasi kerangka kerja penempatan PMI terampil dan profesional Indonesia ke negara itu.

Ida menuturkan perluasan kesempatan kerja di Austria ini suatu kesempatan baik bagi angkatan kerja Indonesia.

Hal itu, kata dia, mengingat Austria sedang menghadapi fenomena populasi menua sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja muda dan produktif dalam membantu memenuhi kebutuhan operasional negaranya.

Baca juga: Menaker: Siapkan kompetensi kerja lewat Festival Pelatihan Vokasi 2022
Baca juga: Menaker minta tingkatkan kompetensi pekerja agar terbebas resesi 2023