Menang Besar di Leg 1 Final Piala AFF 2020, Polking: Kami Merasa Sedikit Lebih Bebas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Timnas Thailand Alexandre Polking mengaku ia dan skuadnya merasa sedikit lebih bebas jelang hadapi leg kedua final Piala AFF 2020 kontra Timnas Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (1/1/2022) malam WIB.

Dihelat di National Stadium, Singapura, pertandingan tersebut bakal menjadi laga penentu bagi tim yang berhak naik ke podium juara serta mengangkat trofi Piala AFF 2020.

Tim Gajah Perang diketahui menang besar atas Skuad Garuda dengan mengemas empat gol tanpa balas di leg pertama. Capaian ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Thailand yang berniat memulangkan trofi Piala AFF ke Negeri Gajah Putih.

“Dengan hasil bagus dari leg pertama, kami merasa sedikit lebih bebas dan bisa bermain dengan cara yang kami suka. Saya tidak melihat alasan untuk mengubahnya. Yang paling penting adalah memperjelas lagi bahwa itu (turnamen) masih belum berakhir,” ujar Polking seperti dikutip dari situs resmi AFF Suzuki Cup.

“Kami perlu menampilkan performa yang kami bisa, dan kemudian merayakannya setelah itu. Namun, ini masih belum berakhir dan kami perlu melangkah (ke leg kedua) dengan perasaan lapar yang sama, seperti yang kami miliki sepanjang turnamen,” sambungnya.

Statistik Pertandingan

Timnas Indonesia semakin tertekan usai tertinggal tiga gol dengan waktu yang kian menipis. Hal ini berhasil dimanfaatkan oleh Thailand untuk mencetak gol keempat melalui Bordin Phala pada menit ke-83. (AFP/Roslan Rahman)
Timnas Indonesia semakin tertekan usai tertinggal tiga gol dengan waktu yang kian menipis. Hal ini berhasil dimanfaatkan oleh Thailand untuk mencetak gol keempat melalui Bordin Phala pada menit ke-83. (AFP/Roslan Rahman)

Ditilik dari statistik pertandingan leg pertama, Tim Gajah Perang memang unggul dibanding Skuad Garuda. Indonesia hanya memiliki 33,4 persen penguasaan bola, sementara anak-anak asuh Mano Polking sanggup meraih 66,6 persen ball possession.

Dalam hal serangan, Timnas Thailand juga memiliki catatan lebih apik ketimbang Indonesia. Mereka sukses melepas 9 kali tendangan ke arah gawang, melampaui Skuad Garuda yang hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran.

Masa Depan Polking

Pelatih Thailand Alexandre Polking memberikan instruksi kepada pemainnya pada pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2020 melawan Vietnam di Singapura, Kamis, 23 Desember 2021. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)
Pelatih Thailand Alexandre Polking memberikan instruksi kepada pemainnya pada pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2020 melawan Vietnam di Singapura, Kamis, 23 Desember 2021. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)

Sayangnya, masa depan Polking di Timnas Thailand masih tak pasti. Dikutip dari situs resmi AFF Suzuki Cup, pelatih berdarah Brasil-Jerman ini menegaskan, belum ada pembicaraan terkait perpanjangan kontrak dengan Tim Gajah Perang. Meski demikian, ia mengaku ingin menjadi bagian dari masa depan sepak bola Thailand.

“Tidak, belum ada pembicaraan (terkait perpanjangan) untuk saat ini, karena kami semua benar-benar fokus menyelesaikan pekerjaan (di Piala AFF 2020),” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

“Jika kita ingin tetap menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara, penting untuk memiliki kesinambungan. Saya berharap bisa menjadi bagian dari hal itu, karena saya bisa menyaksikan masa depan hebat dengan generasi yang baik telah muncul di level U-23,” sambungnya.

Timnas Indonesia

Di sisi lain, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tak menampik anak-anak asuhnya butuh tambahan poin cukup banyak untuk bisa membalikkan keadaan. Akan tetapi, pelatih asal Korea Selatan ini optimistis pasukan Merah Putih dapat meraih hasil positif di leg kedua.

“Thailand adalah tim hebat dan (dalam) pertandingan besok, (kami) tetap akan melawan tim yang berat. Namun, pikiran saya dan para pemain sama, bahwa besok (kami) pasti bisa mendapatkan kemenangan,” ujar Shin Tae-yong kepada awak media pada Jumat (31/12/2021).

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel