Menanti Rizieq Shihab Penuhi Panggilan Polisi

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih terus mengusut kasus kerumunan yang diakibatkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Para pejabat daerah di tingkat gubernur dan wali kota dipanggil dan memenuhi panggilan baik di Polda Metro Jaya dan Polres Bogor.

Rizieq Shihab seharusnya diminta hadir ke Polda Metro Jaya pada 1 Desember 2020. Namun, melalui pengacaranya Azis Yanuar meminta izin untuk tak diperiksa pada Selasa kemarin. Alasannya karena kesehatan.

"Habib Rizieq Shihab tidak dapat memenuhi panggilan, atas alasan kesehatan. Polisi mengerti hal itu, dan kami berterima kasih," ujar pengacara Rizieq Shihab, Azis Yanuar, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020).

Atas ketidakhadiran ini, Azis meminta publik tidak mengartikannya sebagai upaya mangkir. Sebab, panggilan hari ini sudah diwakili dirinya selaku kuasa hukum untuk menjelaskan alasan ketidakhadiran pemimpin FPI tersebut.

"Saya mohon dicatat, ini bukan mangkir. Beliau tidak mangkir. Beliau hadir diwakili bantuan hukum FPI, menyampaikan alasan tak dapat penuhi panggilan dengan alasan sedang masih beristirahat," jelas Azis.

Dia merasa yakin, Rizieq Shihab tak melanggar pasal 160 dan kedua adalah pasal 93. "Menurut putusan MK itu tak dapat berdiri sendiri, itu materil sehingga harus bersandar dengan pidana lain, itu Pasal 160," kata Azis.

Azis melanjutkan, terkait pasal 93 akan ada frase yang berbunyi dapat menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Dari hal tersebut, dia meyakini, Rizieq Shihab tidak melanggar hal itu.

"Kita dari sisi hukum tidak pernah ada kedaruratan masyarakat atas kerumunan dimaksud, baik di Tebet dan Petamburan," yakin dia.

Karenanya, Azis menegaskan bahwa sangkaan kedua pasal tersebut terhadap pemanggilan kliennya dirasa tidak tepat. "Jadi hemat kami penerapan pasal 160 dan pasal 93 tidak dapat dikenakan kepada Habib Rizieq," jelasnya.

Namun, pada hari Rabu (2/12/2020) Rizieq Shihab terlihat hadir dalam acara Reuni 212 yang digelar secara daring di tengah pandemi Covid-19. Acara yang setiap tahunnya rutin diselenggarakan pada 2 Desember itu batal digelar di Monas karena Covid-19.

Rizieq Shihab bertindak sebagai pembicara utama dalam acara bertemakan dialog 212 itu. Penampakan berbeda tersaji dikarenakan Rizieq tampil terpisah dari tamu undangan yang datang. Rizieq berada di Studio 2 dengan mengenakan face shield saat bertausyiah. Sedangkan tamu lain yang datang berada di Studio 1.

"Di studio 2 juga hadir yang kami hormati, yang kami muliakan, Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habibana Habib Muhammad Rizieq Shihab, assalamualaikum Bib," ujar Haikal saat membuka acara, Rabu (2/12/2020).

Minta Maaf

Dalam kesempatan itu, Rizieq Shihab meminta maaf kepada masyarakat lantaran kegiatannya selama ini menyebabkan kerumunan massa di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Tebet, hingga Megamendung, Bogor. Dia menjelaskan kerumunan tersebut di luar kendali dari pihak FPI.

"Saya minta maaf kalau ada kerumunan di Bandara, Petamburan, Tebet, Megamendung terjadi suatu penumpukan yang memang diluar kendali," ucap Rizieq Shihab saat memberikan ceramah dalam acara Reuni 212 melalui akun youtube Front tv, Rabu (2/12/2020).

Dia mengakui dan kembali meminta maaf lantaran membuat keresahan pada masyarakat dan melanggar protokol kesehatan. "Kita melakukan pelanggaran itu diluar keinginan, tanpa sengaja dan itu memang antusias umat rindu, cinta," kata Rizieq.

Rizieq pun tidak masalah harus membayar denda Rp 50 juta lantaran melanggar protokol kesehatan. Dia pun mengaku salah dan tidak perlu ada yang diperdebatkan.

"Makanya, pada saat Pak Anies Baswedan melalui dinasnya menyampaikan adanya pelanggaran dan harus bayar denda, ya kita terima. Kita memang salah, ya salah harus bayar, enggak usah debat, kita bayar dendanya," ungkap Rizieq.

Atas kejadian tersebut, Rizieq pun meminta agar safarinya ke daerah ditiadakan sementara. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah adanya paparan Covid-19.

"Saya langsung bilang ke DPP FPI kita stop tidak ada krumunan bahkan seluruh jadwal ke daerah kita stop sampai pandemi ini, harus dihormati itu temasuk akhlak juga," ungkap Rizieq.

Sementara itu Rizieq juga meminta agar para jamaah tetap menjaga ahlak agar terhindar dari segala bahaya. Serta mematuhi protokol kesehatan dengan 3 M.

"Agar kita mendapatkan keberkahan ayo sama-sama jaga jarak, berwudhu, pakai masker, pake faceshield, ayo menanggulangi pandemi agar bisa diangkat, yang paling penting ya tingkatkan banyak istighfar," ungkap Rizieq.

Meski demikian, penyidik dari Polda Metro Jaya kembali melayangkan surat pemanggilan kepada Rizieq Shihab. Pemanggilan kedua ini dilayangkan lantaran Rizieq tak memenuhi panggilan pertama pada Selasa 1 Desember 2020.

"Kita melayangkan kembali surat panggilan yang kedua kepada saudara MRS dan juga HA (menantu Rizieq) yang kita jadwalkan untuk bisa hadir Senin 7 Desember 2020," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada Rabu (2/12/2020).

Surat panggilan dilayangkan lantaran alasan yang diberikan Rizieq Shihab untuk tidak hadir dalam panggilan pertama, menurut polisi, tidak patut. Yusri menyebut, kemarin tim pengacara Rizieq mengaku kliennya tak dapat menghadiri panggilan polisi lantaran sesuatu hal.

"Baik Pak MRS dengan HA ini tidak bisa hadir dikarenakan sesuatu hal. Tetapi dalam aturan perundang-undangan kita ketahui adanya alasan patut dan wajar yang harus kita terima, kalau memang dinyatakan sakit harus ada surat dokter yang memang harus bisa disampaikan ke kita untuk bisa dipertanggungjawabkan oleh dokternya, sakitnya sakit apa," tegas Yusri.

Namun, dalam alasan ketidakhadiran Rizieq, tak disertakan surat sakit atau dokumen lain yang membuat keabsenan tersebut dinilai patut oleh polisi.

"Tetapi setelah diteliti bahwa memang belum kepatutan dan wajar ini belum ada," beber Yusri.

Tim penyidik Polda Metro Jaya masih bernegosiasi dengan pihak Pimpinan FPI itu. Polisi berharap supaya Rizieq beserta menantunya dapat memenuhi panggilan polisi tersebut.

"Karena sesuai dengan alamat KTP dari saudara MRS sendiri yang ada di Petamburan ini yang sementara mencoba untuk menemui saudara MRS di Petamburan untuk memberikan surat panggilan kedua, yang dengan harapan hari Senin nanti kedua orang MRS maupun HA ini akan bisa hadir, itu harapan kami, mudah-mudahan ini bisa terlaksana," harap Yusri.

Meski demikian, tak mudah mengantarkan surat panggilan tersebut. Tim penyidik Polda Metro Jaya sempat dihalang-halangi laskar Front Pembela Islam (FPI) saat hendak memberikan surat panggilan kedua pemeriksaan ke kediaman Rizieq Shihab di Petamburan.

Yusri menyebut penghadangan tersebut tidak sampai berbuntut kericuhan. Meski demikian pihak kepolisian tetap menurunkan personel Brimob untuk mengawal penyidik saat mengirimkan surat panggilan itu.

Setelah dilakukan komunikasi, penyidik bisa menyerahkan surat panggilan kepada pihak perwakilan Rizieq Shihab. "Akhirnya mereka menyadari dan menerima," kata Yusri.

Ada Sanksi

Sementara itu, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan, Indonesia adalah negara hukum, sehingga semua pihak harus menghormati aturan yang ada.

"Untuk pemanggilan, begini rekan-rekan. Dari awal berdirinya negara ini, kita sudah sepakat, kita sama-sama sepakat negara kita negara hukum," ujar Awi di Mabes Polri, Rabu (2/12/2020).

Dia tak menutup kemungkinan kejadian di kediaman Rizieq Shihab tersebut, ada sanksinya.

"Dan semuanya tentunya ada sanksinya. Karena tadi saya sampaikan bahwasanya kita negara hukum," kata Awi.

Dia juga meminta Rizieq Shihab untuk kooperatif terhadap proses hukum. Menurut dia, siapa pun tanpa terkecuali ketika tinggal di dalam begara yang berazaskan hukum, harus patuh terhadap hukum.

"Kita harus sama-sama tegakkan. Kalau memang yang bersangkutan dalam hal ini melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum tentunya harus supportif dong, begitu," kata Awi.

Awi menyatakan, dari awal pengusutan kasus dugaan keramaian di masa pandemi Covid-19 ini, Polisi telah menerapkan standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan.

"Polisi dari awal proses ini ada SOP yang dilakukan mulai dari penyelidikan kemudian digelar, naik ke penyidikan, kemudian lakukan pemanggilan-pemanggilan. Kalau kita sepakat negara hukum, silakan taat hukum," kata dia.

Karenanya, dia menyayangkan adanya beberapa pihak yang tak taat pada hukum. "Tentunya kita sayangkan kalau masih ada orang-orang yang tidak taat hukum," kata Awi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: