Menantu Jokowi Bobby Nasution Resmi Jadi Kader PDI Perjuangan

Liputan6.com, Medan Keseriusan Bobby Afif Nasution untuk maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Medan 2020 semakin serius. Salah satunya menjadi kader partai politik, yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Letjend Djamin Ginting, Kota Medan.

Bakal Calon (Balon) Wali Kota Medan itu hadir dengan mengenakan kemeja hitam. Jebolan S2 Agribisnis IPB itu pun resmi menyandang sebagai anggota partai politik yang dinakhodai Megawati Soekarnoputri.

Di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Bobby langsung disambut Ketua PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih, Sekretaris Sutarto, Wakil Sekretaris Aswan Jaya dan pengurus inti lainnya.

Dalam pertemuan sekitar satu jam, Bobby Nasution juga menandatangani formulir pendaftaran menjadi kader PDI Perjuangan Sumut. Waketum BPP HIPMI itu kemudian dipakaikan jaket merah kebanggaan PDI Perjuangan oleh Japorman Saragih.

"Dia menandatangani masuk sebagai kader, sekarang statusnya sudah kader, secara teknis sudah dilakukan, tinggal secara formal kita berikan nanti Kartu Tanda Anggota," kata Japorman, Kamis (12/3/2020).

Japorman tidak menampik status kader yang sudah tersemat pada suami Kahiyang Ayu tersebut merupakan sinyal partainya untuk mendukung maju pada Pilwalkot Medan.

"Iya, ini sinyal, wajib hukumnya mendukung kader. Tetapi, semua kembali ke DPP, ada 2 nama, Bobby dan Akhyar," sebutnya.

Diakui Japorman, pertemuan Bobby dengan pihaknya merupakan yang kesekian kalinya. Diungkapkannya, Bobby sering berkomunikasi dan melakukan pertemuan dengan DPD dan elit DPP PDIP di Jakarta.

"Selaku anggota PDI Perjuangan, tentunya bersilaturahmi dengan anggota PDI Perjuangan di Sumut," ungkapnya.

Bobby dinilai sudah melalui semua tahapan-tahapan untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan, tinggal menunggu keputusan oleh Ketua Umum PDIP Perjuangan. Terkait koalisi, PDI Perjuangan terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain.

"Soal wakil, seperti disampaikan Bobby, entah di mana. Untuk membangun Kota Medan ini, Bobby tidak bisa sendiri. Sebagai kader PDIP harus bersama-sama membantu," terangnya.

Ikuti Jejak Orang Tua

Bobby Nasution menegaskan tidak ada intervensi dari pihak manapun untuk masuk menjadi kader PDI Perjuangan. Alasan yang mendasarinya masuk partai politik adalah mengikuti jejak orang tua.

"Tidak, tidak ada paksaan. Tidak juga ada keharusan saya menjadi kader partai manapun," ucap ayah Sedah Mirah itu.

Dikatakan Bobby, untuk membangun Kota Medan perlu bersama-sama dan berkolaborasi. Meski telah resmi sebagai kader PDI Perjuangan, Bobby masih berharap dukungan dari seluruh partai yang ada, terutama yang dirinya ikut daftar.

"Semangat saat ini membuat Medan lebih baik. Kecemburuan saya rasa bisa dilebur dengan cara kolaborasi membangun Medan bersama-sama," ujarnya.

Mengenai pendamping, sampai detik ini Bobby belum mendapatkannya. Rekomendasi juga diakui Bobby belum keluar, dan membuatnya agak pusing memikirkannya.

"Punya saya belum keluar. Mohon doanya supaya rekomendasi saya keluar dan bisa saya sebutkan siapa wakilnya, yang bisa mendampingi," Bobby menandaskan.