Menara Eiffel Buka Kembali untuk Turis, Wajib Bawa Sertifikat Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menara Eiffel dibuka untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir pada Jumat, 16 Juli 2021. Lift "Iron Lady" siap membawa kembali wisatawan ke puncak setinggi 300 meter, lapor France 24, Sabtu (17/7/2021).

Momen ini mengakhiri masa tidak aktif lift tersebut karena pandemi COVID-19. Namun demikian, sebagaimana destinasi populer lain di dunia, operasional Menara Eiffel "tidak akan normal" sepenuhnya.

Kapasitas kunjungan harian akan dibatasi hingga 13 ribu orang. Kemudian mulai Rabu, 21 Juni 2021, pelancong wajib menunjukkan sertifikasi COVID-19 atau hasil tes negatif COVID-19, sesuai persyaratan yang diberlakukan pemerintah Prancis, baru-baru ini.

"Jelas ini merupakan komplikasi operasional tambahan, tapi masih dapat dikelola," kata kepala perusahaan operasi, Jean-François Martins, pada AFP. Setelah tahap akhir pemeriksaan keselamatan, ia mengumumkan bahwa "Iron Lady" siap kembali membuka gerbangnya.

Selain syarat yang sudah disebutkan di atas, pengunjung juga diminta reservasi tiket selama periode liburan musim panas. Ini merupakan bentuk ketaatan regulasi pariwisata di Paris yang berubah karena pembatasan perjalanan.

Martins mengatakan, pengunjung dari Inggris hampir tidak ada, sementara pelancong Amerika Serikat hanya 15 persen dan sangat sedikit yang berasal dari Asia. Setengah pengunjung diharapkan berasal dari Prancis, sementara Italia dan Spanyol membuat proporsi lebih tinggi dari biasanya.

Penutupan Terburuk Sejak Perang Dunia II

Polisi memeriksa dokumen warga saat lockdown di depan Menara Eiffel, Paris, Prancis, Rabu (18/3/2020). Prancis mengerahkan puluhan ribu polisi untuk berpatroli selama lockdown akibat virus corona COVID-19. (Ludovic MARIN/AFP)
Polisi memeriksa dokumen warga saat lockdown di depan Menara Eiffel, Paris, Prancis, Rabu (18/3/2020). Prancis mengerahkan puluhan ribu polisi untuk berpatroli selama lockdown akibat virus corona COVID-19. (Ludovic MARIN/AFP)

Penutupan terburuk sejak Perang Dunia II ini tercatat menyebabkan "guncangan keuangan" bagi Sete, perusahaan pengelola monumen atas nama otoritas Kota Paris. Pihaknya telah mencari bantuan pemerintan dan merima suntikan dana 60 juta euro untuk tetap bertahan.

Pihaknya mencatat kemerosotan pemasukan 75 persen, jadi sekitar 25 juta euro, tahun lalu. Karya agung arsitek Gustave Eiffel ini juga dilanda masalah terkait pekerjaan cat terbarunya, yang ke-20 kalinya dicat ulang sejak dibangun tahun 1889.

Pekerjaan dihentikan pada Februari lalu karena tingkat timah yang tinggi terdeteksi di lokasi, dan itu menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja. Pengujian masih berlangsung dan pengecatan rencananya akan dilanjutkan pada musim gugur, yang berarti sebagian fasad bakal tertutup perancah dan jaring pengaman.

Sambut Olimpiade 2024

Seorang petugas polisi berpatroli di dekat Menara Eiffel di Paris,  Senin (30/12/2019). Pemerintah Prancis akan mengerahkan 100.000 petugas polisi untuk mengamankan ruang publik pada perayaan malam Tahun Baru di tengah aksi mogok yang sedang berlangsung. (AP/Christophe Ena)
Seorang petugas polisi berpatroli di dekat Menara Eiffel di Paris, Senin (30/12/2019). Pemerintah Prancis akan mengerahkan 100.000 petugas polisi untuk mengamankan ruang publik pada perayaan malam Tahun Baru di tengah aksi mogok yang sedang berlangsung. (AP/Christophe Ena)

Menara Eiffel rencananya akan "disulap" jadi berwarna emas menjelang perhelatan akbar Olimpiade 2024, lapor Travel and Leisure. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar 50 juta euro (Rp847 miliar).

Sebelum penundaan pengerjaan, rencana pemugaran ini rencananya akan selesai pada 2022, jauh sebelum pertandingan dimulai. Menara Eiffel nantinya akan berfungsi sebagai latar belakang untuk triatlon dan acara renang di perairan terbuka, lapor Time Out.

Daerah sekitarnya juga akan berfungsi sebagai tempat untuk acara hiburan selama pertandingan.

"Mengapa Gustave Eiffel memilih (warna) kuning-cokelat? Mungkin Menara Eiffel akan merepresentasi seluruh Kota Paris, dengan rumah-rumah batunya yang terbuat dari batu kapur," kata Pierre-Antoine Gatier, kepala arsitek untuk monumen bersejarah Prancis, pada Hong Kong Tatler.

Infografis Cara Pakai Masker Dobel yang Benar

Infografis Cara Pakai Masker Dobel yang Benar (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Pakai Masker Dobel yang Benar (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel