Menari Telanjang di Gunung Batur Bali, Bule Kanada Dideportasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Kanada, Jeffrey Douglas Craigen (33) dideportasi petugas imigrasi Bali. Dia dipulangkan ke negara asalnya karena menari tanpa busana di Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Bali, pada April 2022 dan videonya viral di media sosial.

Sebelum dideportasi, Jeffrey ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar. Pria yang berprofesi sebagai pengisi suara film animasi di Netflix ini mendekam di sana selama 14 hari.

Kepala Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan Jeffrey dideportasi karena melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Pejabat imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya. Dan, patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan," kata Jamaruli, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5).

Dikecam Warga Lokal

Jeffrey dilaporkan telah mengunggah video dirinya tengah menari tarian suku Maori dari Selandia Baru di puncak Gunung Batur. Dia menari tanpa busana.

Namun, Jeffrey mengaku tidak bermaksud untuk tak menghormati budaya Bali. "Dia, membuat video tersebut tanpa paksaan siapa pun dan hanya sekadar untuk mengekspresikan diri. Namun, dari aksinya tersebut timbul kecaman dari banyak pihak khususnya warga lokal karena dianggap tidak menghormati budaya dan adat setempat," imbuhnya.

Jeffrey diketahui memasuki wilayah Indonesia pertama kali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada akhir 2018. Dia menggunakan paspor yang saat ini ia gunakan dan sempat keluar wilayah Indonesia kemudian masuk kembali pada akhir 2019.

Sempat berniat pulang ke Kanada pada tahun 2020, Jeffrey justru harus tinggal di Bali karena terjebak pandemi Covid-19. Izin tinggalnya berlaku hingga 27 April 2022.

Jeffrey akhirnya dideportasi Selasa (10/5). Dia diberangkatkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 20.35 Wita menggunakan maskapai KLM Royal Dutch Airlines nomor penerbangan KL0836 tujuan Amsterdam, Belanda. Keesokan harinya dia diterbangkan dengan penerbangan KL0677 pemberangkatan pukul 12.35 waktu setempat tujuan Calgary, Kanada.

“Setelah kami melaporkan pendeportasian, keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya," jelas Jamaruli. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel