Menarik Cuan dari Balik Reka Adegan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kompleks Perumahan Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan mendadak ramai, Selasa (30/8). Biasanya, aktivitas di kawasan perumahan jenderal Polri tersebut sepi. Tak banyak kegiatan.

Hari ini, berbeda dari hari biasanya. Puluhan personel Polri hingga wartawan ramai. Di sana ada reka adegan pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Pol Ferdy Sambo.

Rumah itu adalah rumah dinas milik mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

Di tengah hebohnya kasus pembunuhan sang ajudan tersebut sebulan belakangan, terdapat sisi lain yang menguntungkan bagi sebagian orang.

Widodo (51) biasa disapa Pakde, misalnya. Dia meraup untung saat rumah Ferdy Sambo didatangi puluhan bahkan mungkin ratusan orang hari ini.

Widodo biasa berjualan di Lippo Mal Kemang atau di Rumah Sakit Siloam. Namun dia tak mau ketinggalan momen rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga. Menjadi kesempatan dirinya untuk meraup cuan.

"Saya biasanya jualannya di Lippo atau di rumah sakit Siloam, jadi kalau ada acara gini, kita merapat. Karena kan kita terkait masalah penjualannya biar laris juga," kata Widodo usai dikonfirmasi.

penjual kopi di rumah ferdy sambo
penjual kopi di rumah ferdy sambo

©2022 Merdeka.com/syifa annisa

Pria kelahiran Duren Tiga ini mengaku pendapatan pada hari ini dibanding hari-hari sebelumnya mengalami peningkatan secara drastis. Bahkan sampai 3 kali lipat dari omset sebelumnya.

"Perbedaannya drastis kalau bisa dikatakan 300 persen lah dari omzet saya biasa. Karena biasanya saya dapet Rp200 ribu, sekarang saya dapat Rp600 ribu. Ya rejeki juga," tutur Widodo.

Terlepas dari rekonstruksi kasus Brigadir J, Widodo menganggapnya sebagai salah satu sarana dari kasus apapun untuk mengais rejeki. "Kita enggak melihat itu kasus apa, sebagai pedagang kopi ya mengais rejeki saja," ucapnya.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [rnd]