Menariknya Desain Hunian Yang Merespon Covid-19 Rancangan Arsitek Se-Asia

RumahCom – Kalangan arsitek di Asia berlomba membuat desain rumah yang tanggap dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19. Ada banyak aplikasi desain yang bisa diterapkan untuk membuat rumah dan penghuninya lebih sehat.

Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah membuat banyak perubahan mendasar terkait lifestyle maupun aktivitas keseharian. Semuanya harus menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran virus yang hingga saat ini belum ditemukan juga vaksinnya.

Berbagai aktivitas baru itu antara lain harus menjaga jarak (physical distancing), selalu menggunakan masker, dan sering-sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pemerintah juga tengah berancang untuk menerapkan new normal di berbagai sektor kegiatan sosial maupun bisnis.

Pada perjalanannya, kalangan arsitek juga ikut merespon situasi ini dengan menuangkan berbagai idenya untuk  merancang hunian yang tanggap terhadap situasi Covid-19. Diadakanlah design challenge untuk sejumlah arsitek yang tergabung dalam Komite Architects Regional Council Asia (Arcasia), Arsitek Muda (ACYA), dan Forum Arsitek Muda Yogyakarta (YYAF) bertajuk ACYA-YYAF#WFHWorkshop2020 untuk merangsang ide desain rumah impian dengan merespon situasi pandemi.

Menurut Denny Setiawan, Ketua Panitia Pelaksana ACYA-YYAF Design Challenge, basic awal kegiatan ini hanya untuk mencari kegiatan selama para arsitek harus work from home (WFH). Challenge ini juga terinspirasi dari banyaknya challenge di berbagai aplikasi digital untuk mengisi waktu selama masa karantina di rumah.

“Kita bikin challenge seperti apa rumah yang tanggap terhadap pandemi, jadi hanya kegiatan kecil-kecilan tapi ternyata animonya sangat besar. Ini juga membuktikan, walaupun kita terbelenggu di rumah dan harus WFH, bukan berarti tidak bisa menghasilkan ide-ide, terbukti ada 189 karya yang masuk dari 15 negara di Asia,” ujarnya.

Bangun rumah tidak harus selalu mahal. Siasati trik bangun rumah dengan anggaran minim lewat video berikut ini.

Kompetisi tanpa hadiah ini akhirnya disortir dan dikategorikan menjadi karya dari arsitek profesional dan mahasiswa arsitektur. Banyak ide maupun penerapan yang menarik terkait desain hunian yang menerapkann protokol kesehatan terkait Covid-19. Setiap desain juga mengikuti standar protokol kesehatan di negara masing-masing.

Secara umum, berbagai desain yang diterapkan antara lain penekanan terhadap pentingnya mengenai kesadaran higienitas, seperti bagaimana sebelum masuk rumah harus ada tempat untuk bersih-bersih dan ini diterapkan pada desain rumah. Ada daerah abu-abu sebagai tempat disinfektan untuk memastikan kita sudah higienis saat masuk rumah.

Desain rumah terbuka untuk memaksimalkan cahaya matahari maupun sirkulasi udara yang maksimal untuk membuat rumah lebih sehat. Kesehatan menjadi unsur penting karena penghuni yang sehat artinya memiliki imunitas yang lebih baik untuk menangkal masuknya virus.

Ada juga pemikiran mengenai bagaimana bila karantina di rumah ini berlangsung lama. Ini diterapkan pada desain rumah yang memiliki area untuk bisa panen bahan makanan atau rumah yang bisa menghasilkan bahan pangan. Semua ide yang masuk sangat applicable dibuat untuk rumah yang baru akan dibangun maupun rumah eksisting dengan membuat renovasi yang paling memungkinkan.

“Ada banyak pemikiran-pemikiran baru terkait penerapan desain seperti apa yang diterapkan. Kita juga berpikir tidak lagi soal tampilan, misalnya pintu utama yang harus grande tapi lebih memikirkan bagaimana membuat pintu masuk supaya mudah menerima kiriman paket. Apa perlu rumah dibuat semacam loker, jadi ide-idenya sangat dinamis,” beber Denny.

Akhirnya puluhan karya yang dianggap paling menarik ditampilkan di website Arcasia maupun YYAF dan bisa digunakan secara gratis untuk siapapun. Ajang ini juga telah memilih lima desain karya terbaik yaitu Ati Desa karya Vinsensius Gilrandy Santoso dan Sri Rahma (Indonesia), Spacey Flex House karya Veronica Tan Yen Ching (Malaysia), House Humane karya Adish Patni (India), Wanderlust karya Rien Tan Kwon Chong dan Howie Lam Chee (Malaysia), dan Rumah Terrasfe karya Jerica Rivera dan Almer Viado (Filipina).

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah