Mencari 'tulang rusuk' lewat peramal jodoh

MERDEKA.COM, Sebagian besar orang yang belum memiliki pendamping hidup, pasti bertanya siapa sebenarnya jodoh dirinya nanti yang akan menemaninya kelak pada sisa dari masa hidupnya. Dan yang akan membimbing, atau merawat anak-anaknya nanti.

Sambil berkaca pada cermin serta berandai-andai, kegalauan akan muncul ketika usia terus bertambah. Dan satu persatu sahabat mereka harus pergi, melepas masa lajangnya. Motivasi kuat untuk memiliki pasangan hidup pastinya akan menggebu-gebu, mengingat bayangan memeliki keluarga yang diharapkan pastinya indah.

Namun, andai-andai itu tak segampang, dan tidak sesuai dengan kenyataan. Saking penasarannya, mungkin sebagian individu akan memanfaatkan bantuan peramal jodoh, untuk sedikit memberikan gambaran siapa pendamping dirinya kelak.

Seperti yang dialami Vhyna Sahara (25), penasaran siapa yang akan mendampinginya kelak, dia pun iseng-iseng menanyakan kepada seorang peramal jodoh lewat fhengsui. Saat ini Vhyna masih melakukan hubungan dengan seorang pria sebagai teman dekat. Sudah tiga tahun ini, Vhyna menjalani hubungan dengan pria tersebut.

Penasaran apakah pria itu sebagai jodohnya, Vhyna lantas mencoba meminta tanggapan dari si peramal. Awalnya Vhyna disuruh menyebutkan tempat tanggal lahir dia dan pasangannya. Entah dengan cara apa, tiba-tiba peramal itu bilang bahwa dia tidak cocok dengan teman dekatnya itu. Dia juga mengatakan bahwa Vhyna tidak cocok berhubungan dengan pria berkulit hitam.

Namur secara unsur, sang peramal fhengsui itu berkata, Vhyna mempunyai unsur air sedangkan pasangannya mempunyai unsur kayu. Jadi kalau diartikan Vhyna cocok dengan pasangannya. Nalarnya, jika kayu lama kelamaan tersiram air pasti akan rapuh. Jika nantinya Vhyna memutuskan dengan pria tersebut untuk menikah, setidaknya di dalam rumah harus banyak unsur airnya seperti membuat kolam atau pelihara ikan dalam akuarium.

"Saya itu unsurnya air, sedangkan pasangan saya unsurnya kayu. Jadi kayu kalau kena air, lama kelamaan akan rapuh," kata Vhyna kepada merdeka.com, Minggu (25/11).

Penasaran dengan peramal jodoh, merdeka.com mencoba menyambangi salah satu peramal jodoh lewat kartu tarot. Saat sampai, si peramal rupanya sudah tahu maksud dan tujuan mendatangi dirinya. Dia lantas langsung mengocokkan kartu yang dipegang, sambil menatap mata. Usai mengocok kartu itu, si peramal meminta mengambil salah satu kartu yang dijejerkan oleh kedua tangan si peramal.

Kartunya dalam keadaan terutup, saat diambil, si peramal akan membaca isi dari kartu yang diambil tersebut. Rupanya saat itu kartu yang diambil berupa gambar pria dan wanita berpasangan. Si pembaca kartu tarot itu lantas langsung menjelaskan isi dari kartu yang diambil. Dia mengatakan, bahwa sebentar lagi Anda akan segera menikah dalam waktu dekat.

"Pernikahan anda akan segera di jelang, dan anda akan segera bertemu jodoh anda," kata peramal itu.

Pada dasarnya, apa yang dikatakan oleh peramal itu rupanya meleset jauh dari perkiraan dan tidak sesuai apa yang diramalkan. Jika memang itu terjadi, ramalan oleh sang peramal merupakan suatu kebenaran saja dan memang itu jalan yang diberikan oleh tuhan.

Ramalan menurut ajaran Islam memang tidak dibenarkan, karena pada dasarnya mendahului rencana yang sudah digariskan oleh tuhan. Jodoh itu sesuatu hal yang gaib, jika memang sudah dipercayai untuk memiliki jodoh, niscahya jodoh itu akan datang sendiri.

Ustaz Silahudin mengatakan, dalam hadis nabi, tukang ramal atau orang yang mendatangi peramal sama hukumnya yaitu dosa. Dikatakan Shilahudin, jika seseorang mendatangi peramal untuk meminta bantuan dan membenarkannya, maka orang itu shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

"Na'udzu Billahi min dzalik," kata ustaz Silahudin.

Pada dasarnya, kata Silahudin, urusan jodoh itu sudah ada jelas di tangan tuhan, cinta datangnya dari Allah. Manusia semua diciptakan secara berpasang-pasangan. Lalu bagaimana menemukan pasangan itu sendiri? Silahudin mengatakan, manusia itu sendiri yang harus mencarinya, namun kembali lagi usaha tanpa doa, itu sebuah hal yang tidak mungkin.

Jadi jika seseorang ingin mempunyai pasangan hidup, banyaklah berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Dikatakan Silahudin, Jodoh itu bukan sekedar cantik, tampan, kaya, dan sebagainya. Namun mencari jodoh itu harus berdasarkan Islam, seperti kuat aqidahnya, rajin ibadah, dan indah ahlaknya.

"Siapa yang paling memaklumi, memaafkan dan menjadikan kita ke arah lebih baik, isnya Allah itu jodoh kita," papar Silahudin.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.