Mencegah dan Melaporkan Terjadinya Kekerasan pada Perempuan dan Anak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia hukum, kebijakan, HAM, gender, perlindungan anak, kekerasan pada perempuan, migrasi dan perdagangan orang, R. Valentina Sagala, kerap menuangkan berbagai pengalamannya melalui buku.

Advokat sekaligus peneliti ini baru saja meluncurkan buku terbarunya yang bertajuk 'Cinta Itu Bukan Luka: Rahasia Terbebas dari Toxic Relationship'.

Menurut perempuan yang pernah menjadi Tim Ahli Pemerintah untuk RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini, buku ini ditujukan untuk mengedukasi pembacanya tentang apa itu kekerasan dalam pacaran atau relasi intim lainnya, termasuk mencegah anak-anak tidak menjadi korban kekerasan dalam pacaran.

"Di buku ini kita bisa membuka rahasia sangat penting untuk siapapun, terutama perempuan, yang merasakan dan mengalami pengalaman berada dalam toxic relationship alias hubungan tidak sehat yang sarat kekerasan," terang Valentina dalam webinar peluncuran bukunya pada Minggu, 14 Februari 2021.

"Buku ini juga untuk mereka yang berada dalam relasi dan terbersit dalam pikiran untuk “melihat” kembali relasi yang tengah dijalani, atau yang tengah berjuang untuk bebas dari kekerasan dalam pacaran," lanjutnya dalam acara yang digagas oleh Perkumpulan Cinta Anak Dunia itu.

Perkumpulan yang didirikan oleh Cornelia Agatha dengan tujuan melindungi Anak dan Perempuan Indonesia dari stigma, kekerasan dan diskriminasi.

Melapor Tanpa Terkesan Ikut Campur

Ilustrasi kekerasan seksual (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Ilustrasi kekerasan seksual (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Selain membahas aspek hukum kekerasan yang membahas misalnya soal pornografi, risiko merekam diri telanjang di depan kamera, kekerasan fisik dalam pacaran, bullying online, dan lain sebagainya, keunikan buku ini adalah dilengkapi panduan self-love dan kontak layanan pendamping perempuan dan anak di Indonesia.

Tak hanya jadi panduan bagi mereka yang mengalami toxic relationship maupun tindakan tidak menyenangkan lainnya seperti KDRT, lewat buku ini kita juga bisa mencegah terjadinya hal-hal seperti itu.

"Ada beberapa kasus KDRT atau toxic relationship yang bisa dihentikan karena ada pengaduan dari orang-orang terdekat, biasanya dari orang-orang sekitarnya seperti tetangga atau kenalan mereka. Terkadang ada juga yang tidak mau melapor karena khawatir dicap mencampuri urusan orang lain. Lewat buku ini, dijelaskan bagaimana kita bisa melapor tanpa terkesan ikut campur permasalahan orang lain," tutur Valentina.

Ia menambahkan, mereka yang menyaksikan, melihat, mendengar kisah pedih orang-orang di sekitar, dan ingin membantu mereka terlepas dari situsi buruk yang mengatasnamakan cinta, juga berperan penting dalam mencegah terjadinya berbagai kasus kekerasan dalam sebuah hubungan.

Infografis Kekerasan dalam Pacaran

Infografis Kekerasan dalam Pacaran (liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kekerasan dalam Pacaran (liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: