Mencuat Nama Calon Wakil Presiden Pendamping Jokowi di 2014

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, untuk maju mencalon sebagai calon pesiden kian kencang. Bahkan dalam Rapat Kerja Nasional III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Ancol, Jakarta Utara, disebutkan terdapat wacana calon pendamping Jokowi pada Pemilu 2014.

"Itukan baru wacana, keputusan dari ketua umum. Itu diutarakan di ajang Rakernas kemarin, banyak DPC, DPD, menyampaikan pandangan, dan masukan," kata Politisi Senior PDIP Hendrawan Supratikono ketika dikonfirmasi, Jumat (13/9/2013).

Enam calon pendamping yang diwacanakan sebagai pendamping Jokowi dari internal PDIP antara lain Pramono Anung, Puan Maharani, dan Prananda Prabowo. Sedangkan dari eksternal terdapat Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, Anggota Dewan Pembina Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.

"Sebagai wacana sah-sah saja," katanya.

Sedangkan Politisi PDIP lainnya Eva Kusuma Sundari membantah nama-nama tersebut. Ia mengatakan hanya Jokowi yang sempat terdengar dalam Rakernas.

"Egggak ada nama-nama dari Cawapres, cuma Jokowi yang ada," kata Eva.

Ia menegaskan pihaknya belum memutuskan calon presiden yang akan diusung pada pemilu 2014. Eva menduga hal itu merupakan jebakan untuk memecah konsentrasi.

"Saya kira ini jebakan Batman, supaya pecah konsentrasi kami agar tidak dapat 20 persen," ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR mengatakan Jokowi harus tunduk kepada garis partai. PDIP juga konsentrasi ke Pemilihan Legislatif. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kata Eva, juga telah meluruskan agar tidak ada pandangan pribadi.

"Kami paham Jokowi saat ini sedang dihajar. Kami paham ini. Ini sudah mulai jadi common enemy. Mulai dari hal-hal kecil yang tidak ada hubungannya sama dia," imbuhnya.

Baca Juga:

Jokowi Dinilai Malah Merugikan Politik Dinasti PDIP

KPU Minahasa Selatan Larang Caleg Pasang Baliho

Soal DPT, NasDem Ingatkan KPU Profesional

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.