Mencuci Daging Kurban di Sungai Berujung Duka, Seorang Santri Tewas Tenggelam

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang santri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meregang nyawa saat mencuci daging kurban Iduladha di sungai beraliran deras. Santri tersebut yakni MWNA alias Afin, santri dari Pondok Pesantren Ar-Raudhoh, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember.

Remaja berusia 16 tahun asal Kecamatan Singosari, Malang itu tewas tenggelam di Sungai Bedadung, Jember saat hendak mencuci daging jeroan hasil kurban bersama rekan-rekannya di pesantren.

"Saat itu korban hendak mengambil bambu yang ada di seberang sungai untuk alat mencuci daging dan jeroan hasil kurban. Sungainya ada di dekat pondok," ujar Kanit Reskrim Polsek Patrang, Aiptu Sutaryoto, saat dikonfirmasi, Selasa (12/07).

Namun saat menyeberangi sungai, korban tergelincir dan sempat terseret arus sungai hingga tenggelam. Mengetahui itu, rekan-rekannya dibantu warga sekitar sempat melakukan pertolongan. Pencarian kemudian diperkuat setelah ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Damkar Jember serta relawan.

Korban kemudian ditemukan dan dilarikan ke RSUD dr Soebandi Jember. Nahas, nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan. Pihak keluarga korban di Malang yang mendapat kabar duka tersebut ikhlas, dan tidak menuntut proses hukum karena menganggapnya sebagai musibah dan murni kecelakaan.

"Tadi kita sudah musyawarah kan. Pihak pesantren akan bertanggung jawab dengan membiayai seluruh proses pengurusan jenazah hingga dimakamkan di kampung halamannya. Juga selametan (pengajian untuk wafatnya korban)," pungkas Sutaryoto. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel