Mencuri Sepeda Motor, Dua Siswa Ini Mengikuti UN di Tahanan

TEMPO.CO, Jakarta - Dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan Persada, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, harus mengikuti ujian nasional di markas Kepolisian Sektor Kalianda, Selasa 17 April 2012. Kedua siswa itu, Danial, 20 tahun, dan Sangkut, 19 tahun, menjadi tersangka pencurian sepeda motor.

»Mereka tertangkap warga saat melarikan sepeda motor orang lain. Kami masih melakukan pemberkasan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kalianda, Komisaris Kodari, Selasa 17 April 2012.

Danial dan Sangkut dikawal ketat aparat keamanan mulai keluar dari ruang tahanan hingga selama mengerjakan soal di ruang kerja Kepala Polsek Kalianda. Dua orang pengawas ujian mengawasi keduanya mengerjakan soal. Sementara dua polisi berjaga-jaga di luar ruangan untuk mencegah kedua tersangka melarikan diri.

Saat ditangkap warga dan digelandang polisi, keduanya mencuri sepeda motor Yahama Mio di Pantai Kahay, Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa, 1 April 2012. Mereka mengaku terpaksa mencuri untuk biaya ujian praktek di sekolah. Siswa jurusan kelautan itu sempat babak belur dihajar massa. »Kepala masih pusing-pusing. Pokoknya ikhtiar dululah. Harapannya sih lulus,” kata Danial.

Danial yang saat ditangkap masih berseragam sekolah itu mengaku baru pertama kali mencuri sepeda motor. Dia berperan mengawasi situasi di sekitar kejadian, sedangkan Sangkut yang memetik dan membawa lari hasil curian. »Sangkut gugup dan terjatuh karena diteriaki maling sehingga dihajar warga,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Sulpakar mengatakan memberi toleransi kepada kedua siswa bermasalah itu untuk memperoleh haknya. Dia memperlakukan sama dengan siswa pada umumnya.

»Keduanya tetap diawasi oleh dua orang petugas, kerahasiaan soal terjamin dan dipilih tempat yang nyaman agar keduanya bisa mengerjakan ujian dengan baik,” katanya.

Sulpakar berharap kasus yang menimpa kedua siswa itu tidak terulang di masa yang akan datang. Kasus pencurian oleh siswa itu tidak mungkin terjadi jika orang tua, guru, dan siswa melakukan komunikasi dengan baik.

»Ketiga pihak itu harus mengetahui persoalan yang tengah membelit siswa. Mereka masih butuh bimbingan dan arahan sehingga tidak berbuat nekat,” katanya.

Sementara itu, polisi yang masih mengembangkan kasus pencurian sepeda motor mengatakan akan segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kalianda. Keduanya akan dijerat dengan pasal pencurian dengan ancaman hingga lima tahun penjara. »Keduanya sudah dewasa karena berusia 19 dan 20 tahun,” kata Kodari.

NURROCHMAN ARAZIE

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.