Mendadak Kaya, Nelayan Ini Temukan Muntahan Paus Seharga Rp 141 Juta Perkilo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Keberuntungan bisa menghampiri seseorang kapan saja dan dimana pun. Kadang kala, keberuntungan juga bisa datang dalam waktu yang tak diduga-duga.

Hal inilah yang dialami oleh seorang nelayan asal Thailand bernama Naris Suwannasang. Ketika sedang berjalan-jalan di tepi pantai, ia tak sengaja menemukan muntahan paus atau yang dikenal dengan nama ambergris.

Ambergris ini dikenal sebagai salah satu bahan penting untuk parfum yang mewah dan mahal. Harga Ambergris ini tergantung kualitasnya dan bisa mencapai $10.000 atau Rp 141 Juta perkilogramnya.

Seperti apakah kisah Naris Suwannasang? Berikut selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Kamis (17/12/2020).

Menemukan ambergirs seberat 99,7 Kg

Muntahan ikan paus
Muntahan ikan paus

Pria berusia 60 tahun ini awalnya memang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Hingga suatu hari, ketika ia sedang berjalan di pinggir pantai Nakhon Si Thammarat, Thailand, tiba-tiba saja ia melihat bebatuan aneh berwarna pucat.

Lantas, ia pun membawa pulang bebatuan pucat tersebut. Bersama sepupunya, Naris Suwannasang memastikan kembali temuannya tersebut. Naris sempat melakukan tes dengan membakarnya menggunakan korek api yang menyebabkan ambergris temuannya meleleh dan memberikan aroma yang kuat.

Sering mendengar tentang penemuan ambergris di pinggir pantai, akhirnya Naris dan sepupunya pun yakin bahwa bebatuan aneh yang ia temukan bukanlah sekedar batu biasa melainkan ambergris. Setelah ia timbang, Ambergris yang ditemukan oleh Naris memiliki bobot seberat 220 pound atau seberat 99,7 Kilogram.

Meski belum diketahui tingkat kualitasnya, namun satu kilogram ambergris bisa dibanderol dengan harga hingga $10.000 atau senilai dengan Rp141 Juta. Harga fantastis ini tentu sebanding dengan kelangkaan suplai ambergris di seluruh dunia.

Meski sudah tahu kalau harga ambergris bisa sangat fantastis, namun Naris dan sepupunya tak menyangka bahwa harganya bisa sampai semahal itu. Saat ini, ambergris temuan Naris sedang diperiksa kualitasnya oleh seorang pebisnis lokal.

Laporkan temuan ke polisi

Muntah paus, dikenal sebagai ambergris, merupakan salah satu bahan langka dalam pembuatan parfum karena dapat membuat wangi parfum bertahan lebih lama. (Sumber Peter Kaminski via Flickr)
Muntah paus, dikenal sebagai ambergris, merupakan salah satu bahan langka dalam pembuatan parfum karena dapat membuat wangi parfum bertahan lebih lama. (Sumber Peter Kaminski via Flickr)

Ambergris yang ditemukan oleh Naris ini kemudian ia laporkan kepada kepolisian. Ia khawatir jikalau suatu saat ambergris temuannya dapat dicuri orang. Maka dari itu, Naris pun membuat laporan ke kepolisian.

"Aku pergi ke polisi untuk membuat laporan agar mereka bisa mencatat temuanku ini (ambergris), hal ini dikarenakan aku khawatir bahwa barang temuan ini bisa saja dicuri kapanpun dari rumahku," ungkap Naris dilansir dari worldofbuzz pada Kamis (17/12/2020).