Mendag apresiasi swasta borong masker produksi UMKM difabel

·Bacaan 3 menit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mendukung penuh upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang memberdayakan para penyandang disabilitas, sebagaimana yang dilakukan perusahaan swasta PT Intibios Persada Sejahtera yang membeli masker produksi komunitas Mutiara Handicraft.

Hadir dalam acara tersebut penggagas Intibios Lab Enggartiasto Lukita dan penggerak UMKM Mutiara Handicraft Irma Suryati.

“Saya mendukung langkah yang dilakukan Intibios Lab hari ini. Ini merupakan usaha yang luar biasa yang dilakukan untuk membantu sesama manusia di masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu, ini juga merupakan bentuk upaya menggerakkan kembali perekonomian kita,” kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Lutfi mengungkapkan, pandemi COVID-19 menyebabkan perekonomian luluh lantak. Penularan virus COVID-19 membuat perekonomian harus berhenti karena sistem kesehatan masyarakat terganggu.

“Pemerintah pasti hadir bagi masyarakat. Kami mengupayakan segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk melindungi masyarakat dan memulihkan perekonomian Indonesia. Minggu ini, pemerintah juga sudah membuka kembali pusat perbelanjaan dan mal dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ungkap Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menegaskan akan terus mendukung program pengembangan UMKM.

"Pemerintah berkomitmen membantu UMKM agar dapat berkembang meskipun di tengah pandemi Covid-19. Kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Mutiara Handicraft untuk mendiskusikan hal-hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk membantu UMKM. Di sisi lain, kami juga berharap dapat membantu difabel di seluruh Indonesia,” kata Lutfi.

Penggagas Intibios Lab yang juga mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menambahkan, langkah yang dilakukan Intibios adalah suatu misi kemanusiaan.

“Dengan niat melakukan misi kemanusiaan, kami menghubungi Mutiara Handicraft untuk menjalin kerja sama dalam produksi masker. Kami ingin memberdayakan produksi dalam negeri melalui UMKM, khususnya yang mengaryakan kelompok difabel,” ujar Enggar.

Enggar mengatakan kelompok difabel memiliki kemampuan membuat masker dengan kualitas yang sangat baik. Sinergi dengan UMKM juga ini merupakan salah satu ikhtiar kemanusiaan untuk ikut membantu penanganan pandemi COVID-19.

Penggerak UMKM Mutiara Handicraft Irma Suryati menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dengan Intibios Lab dan dukungan yang diberikan Kementerian Perdagangan.

“Saya berterima kasih atas kerja sama yang baik ini. Sebab, usaha kami jadi tetap hidup,” kata Irma.

Mutiara Handicraft adalah UMKM komunitas disabilitas yang digerakkan Irma Suryati yang juga seorang penyandang disabilitas di Kebumen, Jawa Tengah.

Sebelumnya, usaha kelompok ini membuat keset yang mampu menembus ekspor ke Australia. Namun, akibat pandemi COVID-19, mereka kehilangan permintaan ekspor dan domestik untuk keset. Sehingga, Mutara Handicraft beralih memproduksi masker, pelindung wajah (face shield), dan alat pelindung diri (APD).

Saat ini, dengan melibatkan 300 penyandang disabilitas, UMKM Mutiara Handicraft dapat memproduksi sebanyak 35 ribu hingga 1 juta masker setiap bulan. Para penyandang disabilitas tersebut berasal dari lima kabupaten, yaitu Kebumen, Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga.

“Penyandang disabilitas itu mampu jika diberi kesempatan. Kami senang sekali melalui kerja sama ini kami diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa kami mampu. Bagi kami, sukses adalah ketika hidup kami dapat bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Irma.

Baca juga: Pemprov Jabar upayakan serap jutaan masker produksi UMKM
Baca juga: Ganjar borong 3 juta masker kain, produksi UMKM di Jawa Tengah
Baca juga: Teten ajak lebih banyak UMKM produksi masker kain

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel