Mendag : Bulog Beli Beras Petani di Harga Terbaik, Bukan Tertinggi atau Termurah

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan memastikan bahwa Perum Bulog akan membeli beras dari petani dengan harga terbaik, bukan harga terendah ataupun tertinggi. Pembelian beras petani oleh Bulog terus dilakukan agar stok cadangan beras pemerintah tetap terjaga.

"Jadi Maret nanti Bulog tugasnya berapapun beli dari masyarakat dengan harga terbaik bukan harga paling tinggi atau murah," ujar Zulkifli di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (6/1).

Mendag mengatakan, hingga Desember 2022 beras impor yang terserap sebagai cadangan beras pemerintah sudah 70.000 ton. Impor beras diharapkan bisa selesai di Januari- Februari akhir. Sebab pada Maret, sudah memasuki panen raya.

Menurut Zulkifli, pembelian beras harga terbaik oleh Bulog merupakan win-win solution bagi masyarakat penerima subsidi dan petani.

"Dengan demikian tidak ada yang dirugikan bagi yang miskin dapat beras yang subsidi, tapi petani dapat harga yang mahal jadi dua-duanya win untung," ungkapnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menilai kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah berpotensi merugikan petani. Terlebih, harga beras impor diklaim lebih murah dari nasional.

"Ada kecenderungan beras impor lebih murah, keinginan untuk mendatangkan beras dari luar negeri akan sangat tinggi. Kondisi ini bisa memberikan ancaman bagi petani," kata Arsjad dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (29/12).

Arsjad mencatat, terdapat dua wilayah yang mengalami kenaikan harga beras tertinggi secara nasional. Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), daerah dengan peningkatan harga rata-rata terbesar adalah Sulawesi Barat (6,6 persen) dan Kalimantan Tengah (5,6 persen).

"Selain itu, ada sekitar 11 daerah yang masih defisit beras," ujar Arsjad.

Oleh karena itu, Kadin mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak disparitas harga beras yang terlalu tinggi. Hal ini sejalan dengan laporan Bank Dunia yang menyebutkan bahwa harga beras Indonesia paling mahal jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. [idr]