Mendag Jamin Harga Minyak Goreng Tak Naik Lebih dari 2% saat Lebaran

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membenarkan terjadinya kenaikan harga minyak goreng pada saat ini. Namun, dia menjamin, untuk hari-hari kedepannya harga ini akan kembali normal.

Berdasarkan datanya, harga minyak goreng curah pada 12 Maret 2021 sebesar Rp12.546 per liter. Besaran harga ini naik sekitar 1,43 persen dari catatan pada 11 Februari 2021 yang sebesar Rp12.369 per liter.

Kenaikan ini juga terjadi untuk minyak goreng kemasan sederhana. Pada Jumat akhir pekan lalu, Lutfi mencatat harga komoditas tersebut Rp13.352 per liter, naik 1,54 persen dari 11 Februari 2021 sebesar Rp13.147 per liter.

Baca juga: Harga Cabai Meroket, Mendag Lutfi Ungkap Kekhawatirannya saat Ramadan

"Minyak goreng naik 1,43 persen dan kemasan sederhana 1,54 persen," kata dia saat konferensi pers, Senin, 15 Maret 2021.

Lutfi menekankan, kenaikan ini tidak terlepas dari naiknya bahan baku pembuatan minyak goreng, yakni minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil yang sekitar 87,5 persen secara tahunan.

Pada saat ini, harga CPO dikatakannya bisa mencapai Rp15.000 per kilogram. Angka ini naik drastis dari rata-rata harga CPO pada tahun lalu yang menurut Lutfi hanya berada dikisaran Rp8 ribu per kilogram.

"Bahan bakunya, CPO, kalau perbandingan antara hari ini dan tahun lalu kenaikannya sangat drastis, dari Rp8.000 per kilogram hari ini lewat Rp15 ribu," ucap dia.

Namun, jika dilihat berdasarkan perubahan harga harian, harga kenaikan ini dikatakannya tidak terjadi. Harga minyak goreng curah malah turun 0,21 persen dari 10 Maret 2021 sebesar Rp12.574.

Demikian pula untuk harga minyak goreng kemasan sederhana. Lutfi menyatakan, harganya juga turun, bahkan mencapai 1 persen dibandingkan posisi pada 10 Maret 2021 sebesar Rp13.498. per liter.

"Dari produk hasilnya, kenaikannya ada meski tidak terlalu beda. Bisa dilihat terkontrol baik karena pasar dan ekspektasinya terjaga dengan baik," paparnya.

Dengan melihat tren perkembangan ini, Lutfi menganggap, ke depannya harga minyak goreng juga akan mengalami kenaikan. Tapi pada saat hari raya Idul Fitri dan Lebaran, kenaikannya tidak lebih dari 2 persen.

"Kalau ada kenakan di minyak goreng curah dan kemasan sederhana tidak akan lebih dari 2 persen," ungkap Lutfi.