Mendag AS janjikan Boeing ke Indonesia terkait kecelakaan Lion Air

D.Dj. Kliwantoro

Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross mengatakan perusahaan multinasional pesawat terbang Boeing akan datang ke Indonesia terkait dengan kecelakaan yang melibatkan Boeing B-737 MAX 8 oleh maskapai Lion Air.

Hal itu disampaikan Menteri Wilbur dalam kunjungan kerjanya menyambangi Kantor Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu.

"Boeing telah menunjukkan kesediaannya untuk berbicara dengan Lion Air dan sangat meminta maaf kepada para korban atas apa yang terjadi. Jadi, Boeing akan datang ke sini," kata Secretary Ross.

Kunjungan Mendag AS ke Jakarta tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke kawasan Asia Tenggara, antara lain ke Thailand dan Vietnam.

Baca juga: Boeing minta maaf pada keluarga korban Lion AirJT 610

Dalam kunjungannya ke Kemenko Perekonomian, Secretary Ross didampingi oleh 24 orang pejabat pemerintahan AS dan Kedutaan Besar AS di Jakarta serta 25 orang delegasi pebisnis AS yang bergerak pada berbagai sektor, antara lain energi, teknik, konstruksi, dan teknologi informasi.

Menteri Wilbur Ross menjelaskan bahwa Boeing menjadi bagian dari delegasi AS yang berkunjung ke Indonesia.

"Boeing akan datang ke sini. Mereka adalah bagian dari delegasi kami hari ini," katanya.

Adapun Boeing Company, perusahaan produsen pesawat terbang asal Negeri Paman Sam tersebut merupakan pabrikan pembuat pesawat Boeing B-737 MAX 8.

Baca juga: Sri Mulyani berharap kompensasi korban Lion Air JT610 telah terpenuhi

Setelah Lion Air nomor penerbangan JT 610, kecelakaan udara kembali melibatkan Boeing B-737 MAX 8 pada maskapai penerbangan Ethiopian Airlines nomor penerbangan ET 302 pada bulan Maret 2019 dengan 157 orang di dalam kabin pesawat terbang itu tiada yang selamat.

Setahun lalu, pada bulan Oktober 2018, pesawat Lion Air PK-LQP dengan teknologi pengendalian penerbangan yang digadang-gadang paling canggih dari Boeing, yaitu MCAS (Manouevering Characteristics Augmentation System), jatuh ke laut dengan jumlah korban jiwa 189 orang, termasuk dua pilot, lima awak kabin, satu anak, dan dua bayi.