Mendag klaim harga dan ketersediaan pangan mulai stabil

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengklaim bahwa harga pangan mulai stabil dan ketersediaan pangan terjangkau bagi masyarakat.

"Hari ini bersama Gubernur Lampung dan Bupati serta Walikota se-Provinsi Lampung telah berdiskusi terkait dengan tugas yang diberikan oleh Presiden untuk menjaga stabilitas pangan," ujar Zulkifli Hasan, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, terkait dengan keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan di daerah saat ini mulai stabil.

"Terkait ketersediaan pangan terjangkau, khususnya minyak goreng, memang harganya sempat tinggi. Namun sekarang mulai turun dan terkendali di pasaran salah satunya disini," katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya akan berupaya menjaga stabilitas harga pangan, dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

"Akan dilakukan upaya untuk menjaga stabilitas pangan ini, agar bisa membantu masyarakat," tambahnya.

Sedangkan berdasarkan data dari laman Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan pada Senin (11/7), ada sejumlah bahan pokok di Lampung yang mengalami kenaikan seperti minyak goreng kemasan sederhana dari Rp21.300 per liter naik ke harga Rp22.300 per liter.

Selanjutnya, komoditi cabai merah besar dari Rp87.700 per kilogram naik menjadi Rp112.300 per kilogram, cabai merah keriting dari Rp92.200 per kilogram naik menjadi Rp110.800 per kilogram, cabai rawit merah dari Rp88.700 per kilogram jadi Rp103.300 per kilogram.

Lalu yang mulai mengalami kenaikan harga adalah gula pasir dimana ada peningkatan dari Rp14.100 per kilogram menjadi Rp14.200 per kilogram, dan bawang putih dari Rp19.800 per kilogram menjadi Rp20.300 per kilogram.

Baca juga: Kementan-Kemendag bakal intervensi pasar, agar harga pangan tak tinggi
Baca juga: Mendag minta pabrik beli sawit petani minimal Rp1.600 per Kg
Baca juga: G20 suarakan kekhawatiran tentang melonjaknya harga pangan, energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel