Mendag: Konsumen Berperan Penting Dalam Perekonomian Nasional

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, konsumen berperan penting dalam meningkatkan perekonomian nasional karena masyarakat telah membantu pengusaha lokal dalam mengembangkan beragam produk dan jenis usahanya.

"Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia tahun 2012 ini cukup tinggi, lebih dari 6 persen. Pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak lepas dari peran masyarakat yang kontribusi konsumsi domestiknya mencapai 60 persen," kata Gita Wirjawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Mendag menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap keberhasilan kebijakan hilirisasi yang selama ini digalakkan oleh pemerintah.

Untuk itu, ia juga mengemukakan bahwa pilihan masyarakat konsumen dalam membeli suatu produk sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional sehingga masyarakat diimbau untuk mengutamakan membeli produk dalam negeri.

Sedangkan untuk mahasiswa, ujar dia, dapat dikatakan sebagai kelompok konsumen yang "well-educated" (terdidik dengan baik) sehingga diharapkan bisa menjadi jembatan untuk memotivasi lingkungannya agar turut menjadi konsumen-konsumen cerdas.

"Sebagai konsumen cerdas, konsumen harus dapat memilih produk yang sesuai dengan standar, sehat dan higienis, berlabel bahasa Indonesia, serta persyaratan lain yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan menilai aspek edukasi dan perlindungan konsumen sebagai dua pilar utama dalam mengemban tugas sebagai pengatur dan pengawas lembaga jasa keuangan.

"Edukasi dan perlindungan terhadap konsumen perlu dikentalkan lagi, karena dua aspek ini merupakan pilar penting dalam sektor jasa keuangan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta, Kamis (18/10).

Menurut dia, edukasi yang bersifat preventif dibutuhkan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada konsumen. Sedangkan perlindungan konsumen dilihat sebagai penyelesaian masalah di lembaga keuangan yang memliki bobot hukum lebih besar.

"Kita mendidik masyarakat dan membangun resolusi (penyelesaian) untuk meminimalisir isu yang merugikan konsumen di masa datang," katanya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...