Mendag: Konsumen Berperan Penting Dalam Perekonomian Nasional

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, konsumen berperan penting dalam meningkatkan perekonomian nasional karena masyarakat telah membantu pengusaha lokal dalam mengembangkan beragam produk dan jenis usahanya.

"Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia tahun 2012 ini cukup tinggi, lebih dari 6 persen. Pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak lepas dari peran masyarakat yang kontribusi konsumsi domestiknya mencapai 60 persen," kata Gita Wirjawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Mendag menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap keberhasilan kebijakan hilirisasi yang selama ini digalakkan oleh pemerintah.

Untuk itu, ia juga mengemukakan bahwa pilihan masyarakat konsumen dalam membeli suatu produk sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional sehingga masyarakat diimbau untuk mengutamakan membeli produk dalam negeri.

Sedangkan untuk mahasiswa, ujar dia, dapat dikatakan sebagai kelompok konsumen yang "well-educated" (terdidik dengan baik) sehingga diharapkan bisa menjadi jembatan untuk memotivasi lingkungannya agar turut menjadi konsumen-konsumen cerdas.

"Sebagai konsumen cerdas, konsumen harus dapat memilih produk yang sesuai dengan standar, sehat dan higienis, berlabel bahasa Indonesia, serta persyaratan lain yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan menilai aspek edukasi dan perlindungan konsumen sebagai dua pilar utama dalam mengemban tugas sebagai pengatur dan pengawas lembaga jasa keuangan.

"Edukasi dan perlindungan terhadap konsumen perlu dikentalkan lagi, karena dua aspek ini merupakan pilar penting dalam sektor jasa keuangan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta, Kamis (18/10).

Menurut dia, edukasi yang bersifat preventif dibutuhkan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada konsumen. Sedangkan perlindungan konsumen dilihat sebagai penyelesaian masalah di lembaga keuangan yang memliki bobot hukum lebih besar.

"Kita mendidik masyarakat dan membangun resolusi (penyelesaian) untuk meminimalisir isu yang merugikan konsumen di masa datang," katanya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...