Mendag lepas ekspor kontainer rotan UKM

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melepas lima kontainer ekspor furnitur rotan dari total 40 kontainer ekspor hasil produksi 3 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) asal Cirebon yang merupakan binaan Kementerian Perdagangan.

“Saya menyambut gembira keberhasilan para pelaku usaha rotan mendapatkan tempat di pasar global. Kami berharap, tekad dan perjuangan para pelaku UKM eksportir dari Cirebon ini mampu memotivasi para eksportir, khususnya pelaku UKM di seluruh Indonesia sehingga mampu mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia,” kata Mendag lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Adapun ketiga pelaku UKM tersebut, yaitu CV. Nagam Rattan, CV Cipta Abadi, dan CV Hanif Rattan, di mana pelepasan ekspor berlangsung hari ini, Kamis (5/11) di CV Nagam Rattan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Mendag: Ekspor rotan naik 4,35 persen pada Januari-Agustus 2020

Total 40 kontainer ekspor tersebut rencananya akan dikirimkan ke negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, serta negara-negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Denmark.

Pelepasan konvoi kontainer ekspor ini turut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyad; Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), James Rompas; Direktur PT Debindomulti Adhiswasti, Budiarto Linggowijono; dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soendjayana.

“Keberhasilan ekspor ini sekaligus menunjukkan bahwa produk ekspor furnitur rotan Indonesia tidak hanya mampu menjaga kualitas, tetapi juga telah sesuai dengan permintaan dan tren pasar dunia saat ini yang cenderung menggunakan bahan alami, ramah lingkungan, dan mengantongi sertifikat legalitas kayu (V-Legal),” kata Mendag Agus.

Baca juga: Kalangan industri mebel: Jangan buka ekspor kran kayu log dan rotan

Produk-produk yang diekspor kali ini juga merupakan hasil binaan balai Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag lewat program Pelatihan dan Pendampingan Ekspor.

Program pembinaan ini adalah wujud komitmen Kemendag dalam mendukung UKM agar mereka dapat membidik pasar global untuk menjual produk-produk mereka.

Sehingga, UKM dapat semakin menunjukkan kontribusi mereka terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia. Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar dunia.