Mendag lepas ekspor perdana produk semangka ke Uni Emirat Arab

M Razi Rahman
·Bacaan 3 menit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor perdana produk semangka sebanyak 14,5 ton senilai 11,46 ribu dolar AS ke Uni Emirat Arab (UEA) oleh TaniHub Group yang merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi pertanian.

“Selamat untuk TaniHub Group atas ekspor perdana produk pertanian ini. Diharapkan TaniHub Group dapat menjadi pilar perekonomian Indonesia. Kemendag akan menjadi mitra utama TaniHub Group dalam membantu memperluas pasar ekspor. Semoga pelepasan ekspor perdana ini akan menjadi langkah baik dalam membawa nama harum Indonesia ke dunia,” kata M Lutfi lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Dalam acara pelepasan ekspor berlangsung di National Fulfillment Center TaniHub Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/4), produk ekspor semangka berasal dari petani binaan perusahaan di Lampung untuk memenuhi permintaan pasar di UEA. TaniHub Group memperkirakan adanya potensi permintaan yang berkelanjutan dari pasar UEA mencapai 156 ton per bulan.

Hadir pada acara ini CEO TaniHub Group Pamitra Wineka dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan, serta hadir secara virtual Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dan Dubes RI untuk UEA Husin Bagis.
Baca juga: TaniHub salurkan pendanaan Rp89,2 miliar sepanjang 2020

Mendag menyampaikan, ekonomi Indonesia harus tumbuh tiga kali lipat GDP per kapita hingga tahun 2038. Jika tidak, Indonesia akan terperangkap dengan jebakan kelas menengah.

Untuk keluar dari jebakan kelas menengah, lanjutnya, maka Indonesia harus melakukan investasi di dua bidang yaitu infrastruktur dan transfer teknologi.

“TaniHub Group telah menjembatani dua hal tersebut, yaitu melakukan investasi di bidang infrastruktur melalui platform digital dan transfer teknologi. Selain itu, acara ini juga dilakukan berdasarkan basis ekonomi. Artinya, tidak ada subsidi tapi seluruh pihak yang terlibat pada proses ini mendapatkan keuntungan yang wajar,” jelas Mendag.

Menurut Mendag, infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tanpa infrastruktur, kita tidak dapat menambah nilai tambah hingga ke pelosok Indonesia. Tanpa nilai tambah, masyarakat tidak bisa sejahtera. Hari ini TaniHub Group menyiapkan infrastruktur tersebut. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga karena TaniHub Group yang telah menciptakan nilai tambah untuk Indonesia,” tutur Mendag.
Baca juga: Mentan yakini pertanian bakal berkembang di tangan milenial

Mendag menuturkan, Indonesia telah diprediksi ke depan akan menjadi pemberi solusi dari permasalahan dunia di masa datang seperti krisis energi, pemanasan suhu global, dan krisis pangan.

“Dengan terbukanya pasar ekspor ini, Indonesia mulai menjalankan tugas ketiga, yaitu feeding the world atau memastikan bahwa seluruh dunia mempunyai makanan yang cukup untuk rakyatnya,” imbuh Mendag.

Sementara itu, Menkop UKM Teten Masduki mengemukakan bahwa produk pertanian memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global.

“Saya ucapkan selamat untuk TaniHub Group, diharapkan ekspor pertanian Indonesia akan semakin ditingkatkan untuk dapat mendorong ekspor nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI yaitu mendorong kontribusi ekspor produk UKM,” ujar Teten.

Sementara itu, menurut CEO TaniHub Group Pamitra, TaniHub Group melihat adanya kesempatan merambah pasar ekspor sebagai upaya memberikan akses pasar seluas-luasnya kepada petani lokal.

Langkah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap arahan dan kebijakan Presiden RI bahwa e-commerce harus dapat diakses oleh pasar global agar produk-produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk-produk dari negara lain.

Baca juga: Pertani gandeng TaniHub targetkan jual 150.000 ton beras per tahun
Baca juga: Perkuat ekosistem tani, RNI dan TaniHub jalin kerja sama sinergis
Baca juga: TaniHub sebut pendapatan naik 639 persen berkat pandemi