Mendag Lutfi Sepakat Industri Otomotif Dapat Insentif

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, sektor terpenting yang menjadi perhatian utamanya saat ini adalah industri otomotif. Sebab, konsumsi masyarakat terhadap produksi sektor utama itu turun drastis.

Lutfi mengatakan, di tengah surplusnya neraca perdagangan Indonesia pada 2020 sebesar US$21,74 miliar, konsumsi masyarakat terhadap sektor otomotif turun tajam. Katanya, penurunan konsumsi sektor otomotif mencapai 18,06 persen.

"Satu sektor yang menurut saya sangat penting buat saya secara pribadi adalah sektor konsumsi otomotif, turun 18,06 persen dan perdagangan besar bukan eceran mobil itu turun 2 persen," kata dia dalam Webinar bertajuk ‘Bisnis Indonesia Business Challenges 2021’, Selasa, 26 Januari 2021.

Padahal, dia melanjutkan, sektor tersebut memiliki industri turunan yang sangat panjang. Maka, apabila konsumsi masyarakat terhadap sektor otomotif turun, dipastikannya akan terdapat gerbong industri turunannya yang ikut mengalami penurunan tajam.

Baca juga: Papua dan Papua Barat Bakal Dapat Perpanjangan Dana Otsus Rp234,6 T

"Makanya, tadi saya bilang sektor terpenting buat saya itu sektor konsumsi sepeda motor reparasi dan otomotif yang turun hampir 20 persen," kata Lutfi.

Dari sisi ekspor sendiri, dia melanjutkan, sektor otomotif turut mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp6,6 miliar. Akibatnya, kontribusinya terhadap keseluruhan ekspor juga turun dari sebelumnya lima teratas menjadi di posisi enam pada 2020.

"Jadi kita supaya orang mau beli, mau investasi ke barang-barang seperti otomotif karena begitu sektor otomotif jalan ini bisa jalankan gerbong kereta dari sektor produksi," tuturnya.

Untuk mendorong konsumsi masyarakat, ke sektor itu, Lutfi mengatakan, akan berupaya mengajak Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan untuk berembuk mencari solusi dan insentif supaya konsumsi masyarakat bisa meningkat lagi.

"Yang paling penting di tempat menteri keuangan, karena kita butuh insentif-insentif. Tidak hanya berbentuk finansial tapi kepercayaan terhadap pasar untuk orang membeli lagi," kata Lutfi.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyatakan sektor industri otomotif akan menjadi salah satu sektor yang paling lama pulih dari dampak pandemi COVID-19. Sebab, mereka sangat tergantung daya beli masyarakat.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin Dody Widodo mengatakan, untuk itu, dia Kemenperin akan terus berusaha mencari stimulus-stimulus lanjutan meskipun usulan pembebasan pajak pembelian mobil baru ditolak Kemenkeu.

"Ini mungkin dari sisi pengelola bendahara negara melihat sisi lain tapi Kemenperin akan cari kiat-kiat lain agar sektor otomotif ini bisa lebih cepat larinya, tidak hanya PPnBM tapi stimulus lain," kata Dody.