Mendag minta HIPMI dukung pemerintah pulihkan ekonomi hadapi tantangan

Menteri Perdagangan Zulkifli meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendukung upaya pemerintah memulihkan ekonomi nasional sekaligus memperkuat pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

"Kerja sama itu penting. Pemerintah, pelaku usaha, dan semua pihak harus bekerja sama untuk mendukung visi Indonesia maju. HIPMI merupakan masa depan Indonesia. Tanpa pengusaha, Indonesia tidak bisa maju dan berkembang," kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Mendag menyampaikan, kerja sama pelaku usaha dengan semua pihak harus terus dilakukan dan harus bekerja sungguh-sungguh, sepenuh hati agar sukses karena kesuksesan pelaku usaha merupakan kesuksesan Indonesia.

Penekanan itu disampaikan Mendag saat menjadi pembicara dalam acara pendidikan dan pelatihan HIPMI Jakarta.

Acara dengan tema “Peran Pengusaha Muda dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kesiapan Menghadapi Tantangan Global” itu turut dihadiri Ketua Umum HIPMI Jaya Sona Maesana.

Mendag menyampaikan, Kementerian Perdagangan telah menyelenggarakan Trade Expo Indonesia ke-37 secara hibrida.

Acara tersebut secara luring telah ditutup pada Minggu lalu dan secara daring dilaksanakan hingga 19 Desember 2022. Kegiatan tersebut diiringi dengan penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week 2023. Selama lima hari penyelenggaran, TEI ke-37 telah menghasilkan kontak hampir 3 miliar dolar AS dan terus bertambah.

Sementara untuk JMFW selama tiga hari pelaksanaan dapat menghasilkan transaksi sekitar Rp300 miliar.

"Kesuksesan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Selain itu didukung perwakilan dagang Indonesia di luar negeri yang memfasilitasi buyer untuk hadir di TEI 2022," jelas Zulkifli.

Mendag juga mengungkapkan, dunia memang sedang menghadapi perlambatan ekonomi. Bahkan, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,2 persen pada 2022 dan akan melambat menjadi 2,9 persen pada 2023. Namun Indonesia cukup beruntung, kuartal kedua 2022 tumbuh 5,44 persen.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia harus mencari terobosan baru untuk menghadapi perlambatan dan resesi ekonomi ini. Di antaranya dengan membuka pasar nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, hingga Amerika Selatan melalui perjanjian kerja sama dagang dan diikuti dengan kegiatan misi dagang.

"Kementerian Perdagangan menyiapkan jalan tol untuk memasuki pasar baru melalui berbagai perjanjian perdagangan," ucap Zulkifli.

Mendag berharap, pelaku usaha muda dapat meneruskan usaha memajukan perekonomian Indonesia.

"Visi Indonesia maju 2045 bisa terjadi jika pelaku usaha bekerja sepenuh hati. Kementerian Perdagangan akan terus mendukung pelaku usaha agar Indonesia semakin maju," tutupnya.

Baca juga: Erick Thohir ajak HIPMI kikis kesenjangan perusahaan besar dan UMKM
Baca juga: Hipmi optimistis RI tidak terdampak krisis global 2023
Baca juga: Buka Jakarta Fashion Week, Mendag sebut pasar global tujuan utama