Mendag: Negara di Benua Afrika potensial jadi tujuan ekspor

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa negara-negara berkembang di Benua Afrika masih potensial untuk dijadikan negara tujuan diversifikasi ekspor nonmigas Indonesia.

"Ditinjau dari kawasan, pertumbuhan ekspor nonmigas terbesar terjadi ke kawasan Afrika Timur yang tumbuh 39,45 persen, Afrika Selatan 37,68 persen, dan Afrika Utara 36,76 persen secara month on month (mom) pada Oktober 2022,,” kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Mendag menyampaikan, Tiongkok, India, dan Amerika Serikat menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia pada Oktober 2022 dengan total nilai ekspor ketiganya mencapai 10,44 miliar dolar AS dan kontribusi sebesar 44,52 persen terhadap ekspor nonmigas nasional.

Baca juga: Kemenkeu: Peningkatan ekspor ditopang permintaan negara mitra dagang

Beberapa pasar utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia yang tumbuh tertinggi pada Oktober 2022 (mom) adalah Pakistan dengan kenaikan 83,66 persen, Myanmar (67,69 persen), Spanyol (43,68 persen), Turki (42,52 persen), dan Mesir (40,55 persen).

Nilai total ekspor Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 24,81 miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat 0,13 persen dibanding September 2022 (mom) dan tumbuh 12,30 persen dibanding Oktober 2021 secara year on year (yoy).

Ekspor Oktober 2022 didorong peningkatan ekspor migas sebesar 4,93 persen (mom), sementara ekspor nonmigas turun 0,14 persen (mom).

Baca juga: Mendag perkuat kerja sama perdagangan dengan India disela G20

Mendag menegaskan, ekspor Indonesia pada Oktober 2022 masih meningkat bahkan saat kinerja ekspor beberapa negara mitra turun.

Secara kumulatif, total ekspor selama periode Januari–Oktober 2022 tercatat mencapai 244,14 miliar dolar AS atau meningkat 30,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh penguatan ekspor sektor nonmigas yang naik 30,61 persen year on year (yoy) menjadi 230,62 miliar dolar AS dan ekspor sektor migas yang naik 37,40 persen (YoY) menjadi sebesar 13,52 miliar.