Mendag Pangkas Eselon III dan IV Mulai Januari 2020

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan akan segera mematuhi mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memangkas eselon III dan IV di kementerian yang dia pimpin.

Penyederhanaan birokrasi ini, disebutkan Agus, akan dimulai pada Januari 2020 mendatang. Rencananya, akan ada 14 unit eselon yang akan dipangkas.

"Mungkin sekitar Januari, 14 unit dari 54 unit di Kemendag," ujar Agus di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Agus menambahkan, hal ini memang tidak boleh ditunda karena sudah merupakan mandat dari Jokowi. Namun, segalanya butuh proses, seperti koordinasi terhadap kementerian terkait.

"Nanti kita akan koordinasikan dulu, ya, dengan Kementerian PANRB. Ini masih dalam proses, kita juga harus kerja sama dengan semua kementerian," imbuhnya.

Sementara, sebagai proyeksi awal, Jokowi telah meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk memulai perampingan eselon dan menggantikannya dengan robot.

"Saya sudah perintahkan ke Menteri PANRB Tjahjo Kumolo untuk diganti dengan AI (Artificial Intelligence). Kalau diganti AI, Birokrasi Kita jadi lebih cepat, saya yakin itu," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Pemangkasan Eselon di Kementerian Harus Rampung dalam 6 Bulan

Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta berakitivitas di Balaikota, Jakarta, Senin (10/6/2019). PNS kembali berdinas di masing-masing instansinya pada hari pertama kerja usai libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menargetkan seluruh instansi dapat menyelesaikan proses perampingan birokrasi alias pemangkasan eselon paling lambat satu tahun.

"Untuk total sampai ke daerah memang arahan Bapak Presiden paling lama satu tahun," ujar dia jelang acar Malam Penganugerahan ASN 2019 di Gedung TVRI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Target waktu tersebut disebutnya berbeda untuk kementerian dan lembaga pusat, yang diharapkan dapat menyelesaikan perampingan birokrasi atau pemangkasan eselon maksimal dalam waktu 6 bulan.

"Kami menyiapkan roadmap itu paling lama setengah tahun. Tapi toh di kementerian kami (PANRB) dalam satu bulan selesai. Mudah-mudahan kementerian/lembaga tidak sampai setengah tahun," ungkap dia.

Oleh karenanya, Tjahjo berharap, proses pemangkasan eselon dan menggantikannya dengan artificial Intelligent (AI) ini bisa kelar lebih cepat daripada batas waktu yang telah ditetapkan.

"Tapi siapa tahu ini bisa semakin cepat, karena kan tujuannya tadi, memperpendek birokrasi, memperpendek pengambilan keputusan politik pembangunan di semua tingkatan, kemudian mempercepat layanan kepada masyarakat secara umum, dan juga mempercepat proses perizinan investasi," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: