Mendag perkuat hubungan dagang dan investasi RI-Eurasia

·Bacaan 2 menit

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memperkuat hubungan dagang dan investasi Indonesia dengan negara-negara kawasan Eurasia pada pertemuan maraton dengan sejumlah menteri yaitu Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov; Menteri yang Bertanggung Jawab atas Integrasi dan Makroekonomi Komisi Ekonomi Eurasia Sergei Glazyev, serta Menteri yang Bertanggung Jawab atas Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Comission/EEC), Andrey Slepnev.

“Pada pertemuan dengan Menperindag Manturov, Indonesia mengharapkan relasi perdagangan yang lebih intens dengan Rusia. Selain itu, Indonesia juga berupaya mengurangi hambatan akses kelapa sawit di Rusia,” kata Mendag Lutfi lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.

Menteri Lutfi membidik kerja sama perdagangan dan investasi lebih besar dari Rusia dan negara-negara yang tergabung dalam Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU).

Negara-negara EAEU adalah Rusia, Armenia, Belarus, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan. Pertemuan berlangsung di sela agenda Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPEIF) 2021 di St Petersburg, Rusia.

Baca juga: RI dan Komisi Ekonomi Eurasia kaji perundingan dagang masa depan

Mendag Lutfi juga menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk berpartisipasi pada INNOPROM Trade Fair dan Kazan Halal Expo 2021. Sementara Menperindag Manturov menyampaikan permohonan agar Indonesia dapat mendukung Rusia menjadi tuan rumah World Expo 2030 dan kesediaan untuk melaksanakan Expert Meeting on Fisheries and Agriculture dalam waktu dekat.

Mendag Lutfi juga mengundang Menperindag Manturov berkunjung ke Indonesia guna membahas berbagai upaya peningkatan perdagangan.

Pada 2020 nilai total perdagangan Indonesia dengan Rusia tercatat sedikit menurun menjadi sebesar 1,93 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Rusia sebesar 970 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Rusia sebesar 960 juta dolar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus 10 juta dolar AS dari Rusia.

Baca juga: Wapres berharap Forum Eurasia CDI jadi jembatan perdamaian dunia

Di tahun 2019 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 2,07 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Rusia sebesar 864,08 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Rusia sebesar 1,20 miliar dolar AS.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia antara lain minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya (499,9 juta dolar AS), kopra (65,6 juta dolar AS), kopi (36,7 juta dolar AS), karet alam (32,3 juta dolar AS), dan mentega kakao (32,3 juta dolar AS).

Adapun komoditas impor Indonesia dari Rusia antara lain besi dan baja setengah jadi (266 juta dolar AS); batu bara (159,2 juta dolar AS); pupuk nonorganik atau kimia, potasik (130,1 juta dolar AS); pupuk nonorganik atau kimia dengan 2—3 elemen pupuk (78,2 juta dolar AS), serta perlengkapan peluncuran pesawat (aircraft launching gear) (42,9 juta dolar AS).