Mendag: Perlu kerja sama dorong perdagangan RI hadapi tantangan global

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia saling bekerja sama dalam mendorong kinerja perdagangan, khususnya saat menghadapi tantangan global saat ini.

Menurut Mendag, perbaikan kinerja perdagangan baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri akan menopang kinerja perbankan dan begitu juga sebaliknya.

“Untuk terus mendorong kinerja perdagangan Indonesia, kata kuncinya adalah kerja sama. Tantangan berat bagi perekonomian semua negara di dunia dapat dihadapi dengan kerja sama antara seluruh pihak. Tanpa kolaborasi kita akan mengalami kendala," kata Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Mendag menjelaskan Dana Moneter Internasional (IMF) telah merilis revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 sebesar 3,2 persen dan akan melambat menjadi 2,7 persen pada 2023.

Baca juga: Mendag: G20 forum tepat mencari solusi bersama bagi tantangan global

Inflasi global juga diperkirakan mencapai 8,8 persen akibat kenaikan harga energi dan komoditas pangan. Namun demikian inflasi diperkirakan menurun dan mencapai 6,5 persen pada 2023.

“Di tengah tantangan global, kita patut bersyukur karena ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen year on year (yoy) pada kuartal II 2022. Neraca Perdagangan Indonesia juga surplus selama 29 bulan berturut-turut. Pada Januari-September 2022, surplus mencapai 39,87 miliar dolar AS,” tutur Mendag.

Di dalam negeri, lanjutnya, harga barang kebutuhan pokok terpantau stabil di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Untuk minyak goreng curah yang menjadi tugas khusus dari Presiden RI, saat ini harganya sudah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp13.800 per liter. Selain itu, Minyakita juga sudah tersedia di 34 provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat,” imbuhnya.

Baca juga: Mendag prediksi 2022 jadi tahun penuh tantangan bagi ekonomi RI

Mendag menuturkan pada Agustus 2022, digitalisasi perdagangan dan keuangan juga menunjukkan peningkatan dengan nilai transaksi uang elektronik tumbuh 43,24 persen (yoy), volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh 184 persen (yoy), serta nilai transaksi bank digital tumbuh 31,40 persen (yoy).

Pada 2022 Kementerian Perdagangan (Kemendag) fokus pada program dan kebijakan prioritas untuk penguatan pasar dalam negeri dan peningkatan ekspor nonmigas.

Sedangkan untuk peningkatan ekspor nonmigas, Kemendag memprioritaskan penetrasi pasar ekspor nontradisional melalui promosi, misi dagang, dan pembentukan kerja sama perdagangan melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Baca juga: Mendag: Kolaborasi antarnegara kunci hadapi tantangan perdagangan