Mendag: RI harus optimistis jadi pusat industri produk halal dunia

·Bacaan 2 menit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan Indonesia harus optimistis dalam mewujudkan cita-cita menjadi pusat produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia.

Komitmen tersebut digelorakan dalam perhelatan Trade Expo Indonesia-Digital Edition 2021 berupa Halal Trade Forum dan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).

"Halal Trade Forum dan Embracing JMFW yang digelar pada TEI-DE 2021 ini menjadi pembeda dari gelaran TEI yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam penyelenggaraan TEI-DE 2021 ini kita punya dua pesan yang ingin diwujudkan, yaitu Indonesia sebagai pusat industri halal dunia dan Jakarta menjadi kiblat industri fesyen Islam dunia. Kedua hal tersebut akan kita mulai tahun ini," terang Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Halal Trade Forum digelar secara hibrida pada Jumat ini dan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada 18 November 2021 di Aquatik Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari ajang TEI-DE 2021 yang berlangsung pada 21 Oktober-4 November 2021 (online interactive) hingga 20 Desember 2021 (showcase).

Menurut Mendag, pasar produk halal dunia adalah pasar yang sangat menjanjikan. Warga muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari 2 triliun dolar AS di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fesyen, serta rekreasi. Ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

"Saat ini, nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan baru mencapai enam miliar dolar AS atau peringkat ke-21 dunia. Sedangkan untuk ekspor fesyen muslim diperkirakan sebesar 4,1 miliar dolar AS atau peringkat ke-13 dunia," ujar Mendag.

Mendag menambahkan, untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global, Kemendag juga akan bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia melalui BNI Xpora untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus dari segi pembiayaan dan jaringan agar buyer di luar negeri melihat dan tertarik.

Sedangkan, pada Embracing JMFW akan diselenggarakan peragaan busana, temu wicara, dan showcase mini di bidang fesyen termasuk kosmetika halal yang akan menampilkan hasil karya desainer muslim Indonesia dan internasional serta produk kosmetika halal.

Menurut Mendag, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai pusat produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia karena dukungan sumber daya serta daya saing produk yang dimiliki.

"Dengan diselenggarakannya dua kegiatan ini, diharapkan Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar global dengan produk- produk halal dan fesyen muslimnya. Sehingga, bukan hanya menjadi jagoan di pasar lokal, tetapi juga di pasar regional dan global," pungkas Mendag.

Baca juga: Wapres tegaskan "Halal Value Chain" harus saling terintegrasi
Baca juga: Erick Thohir buka penetrasi pasar produk halal RI di berbagai negara
Baca juga: Presiden Jokowi targetkan RI pusat industri halal dunia pada 2024

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel