Mendag RI-Korea Selatan dorong peningkatan perdagangan

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendorong peningkatan perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan saat menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Korea Ahn Dukgeun.

Kedua menteri membahas sejumlah isu perdagangan dan ekonomi, baik di forum bilateral, regional dan global, antara lain persiapan implementasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Republik Korea (IK-CEPA) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), Presidensi G20 Indonesia, serta kerja sama rantai pasok global.

"Bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun depan, kami mengharapkan implementasi IK-CEPA dan RCEP dapat mempererat hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara," kata Mendag di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu.

Pada 2023, Indonesia dan Republik Korea akan memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Zulkifli menyampaikan Indonesia dan Republik Korea meyakini cakupan perjanjian yang komprehensif akan memberikan berbagai manfaat dan peluang bagi kedua negara.

Keduanya meyakini hubungan kemitraan di bidang ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Republik Korea akan semakin kokoh.

Menurut Zulkifli, banyak kemajuan di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, dan konektivitas antarmasyarakat yang dicapai Indonesia dan Republik Korea yang dapat terus diperkuat oleh kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli setelah bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Korea, Ahn Dukgeun di sela Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TII- MM).

Pemerintah dan DPR telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) IK-CEPA dan RCEP menjadi Undang-Undang (UU) pada 30 Agustus 2022. Kedua negara saat ini tengah menyiapkan sistem dan peraturan teknis untuk implementasi kedua perjanjian dagang tersebut.

Sementara itu, Ahn menyambut baik kemajuan proses ratifikasi Indonesia.

"Kami juga bermaksud menyelenggarakan forum bisnis yang menandai momentum pemberlakuan IK-CEPA, guna mendorong peningkatan perdagangan kedua negara dan investasi Korea di Indonesia," ujar Menteri Ahn.

Eratnya hubungan perdagangan kedua negara, juga ditandai dengan penandatanganan tiga kontrak dagang antara pelaku usaha dari Indonesia dan Republik Korea yang akan berlangsung pada Jumat (23/9/2022). Sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang diminati yaitu produk olahan singkong, porang, dan kentang.

"Penandatanganan tiga kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Republik Korea, merupakan bukti konkret bahwa di tengah situasi penuh ketidakpastian dan tantangan ekonomi yang melanda dunia, kedua negara terus memperkuat kemitraan strategis, khususnya dalam kerja sama perdagangan," kata Zulkifli.

Hal itu sejalan dengan kesepakatan Presiden Jokowi dan Presiden Yoon Sekyeol di Juli lalu, yang mana kedua pemimpin negara sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis.

Pada Januari-Juli 2022, perdagangan Indonesia ke Republik Korea tercatat sebesar 14,03 miliar dolar AS. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Republik Korea sebesar 7,27 miliar dolar AS dan impornya 6,77 miliar dolar AS.

Sementara pada 2021, total perdagangan Indonesia-Republik Korea tercatat sebesar 18,41 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Republik Korea di tahun sama tercatat sebesar 8,9 miliar dolar AS dan impornya sebesar 9,4 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menjadikan Republik Korea sebagai negara tujuan ekspor ke-7 dan negara asal impor ke-6 bagi Indonesia. Sementara itu, nilai penanaman modal Indonesia dari Republik Korea pada 2021 sebesar 1,64 miliar dolar AS dengan 2.511 proyek yang menjadikan Republik Korea sebagai negara asal investasi asing langsung (FDI) ke-7 bagi Indonesia.

Baca juga: Mendag usulkan dana Rp100 triliun untuk BUMN beli hasil tani
Baca juga: Ekspor catat rekor tertinggi, Mendag jaga momentum
Baca juga: Mendag-Jaksa Agung teken MoU wujudkan sistem perdagangan transparan