Mendag: Sail Tidore 2021 percepat pembangunan ekonomi Maluku Utara

Budi Suyanto
·Bacaan 3 menit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampakkan bahwa ajang Sail Tidore 2021, yang merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, merupakan batu loncatan dalam mempercepat pembangunan ekonomi Maluku Utara.

“Untuk itu, kita harus mempromosikan Maluku Utara sebagai tujuan wisata nasional maupun internasional dengan mendorong kapal pesiar (yacht) mancanegara untuk berlayar ke perairan Indonesia,” kata Mendag lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan peluncuran Sail Tidore 2021 yang dihadiri Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahi dan perwakilan dari Kemendag.

Sekretaris Jenderal Kemendag yang juga selaku Sekretaris Panitia Pusat Sail Tidore 2021 Suhanto mengatakan, untuk menyongsong suksesnya Sail Tidore 2021 yang sudah ada di depan mata, maka panitia pusat dan panitia lokal di daerah yang sudah terbentuk harus intens melakukan koordinasi, agar tercipta komunikasi yang baik.

Baca juga: Menko Kemaritiman paparkan pelaksanaan Sail Tidore

Adapun sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Nomor 28/2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Sail Tidore Tahun 2021, acara ini diketuai oleh Menteri Perdagangan.

“Kegiatan ini merupakan program internasional sehingga harus dipersiapkan, termasuk koordinasi bukan saja kementerian dan lembaga terkait, tetapi juga dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan,” jelas Suhanto.

Sail Tidore 2021 akan mengusung tema "Tidore Kota Warisan Dunia, Perekat Bangsa-bangsa" dan dijadwalkan akan diluncurkan pada 9 April 2021 di Kantor Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Jakarta.

Rangkaian kegiatan “Road to Sail Tidore 2021” akan dilaksanakan selama April hingga Juni. Sementara acara puncak Sail Tidore 2021 akan dilaksanakan pada 20-26 September 2021.

Baca juga: Dispar Malut gelar forum koordinasi Sail Tidore 2021

Pada periode tersebut akan diisi berbagai kegiatan yang bertujuan mempromosikan pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Maluku Utara seperti Festival Tidore, Legu Gam Ternate, serta Festival Teluk Jailolo.

Menurut Suhanto, pelaksanaan Sail Tidore 2021 memiliki arti penting bagi pemerintah Provinsi Maluku Utara. Pelaksanaan Sail Tidore direncanakan akan dimeriahkan kehadiran beberapa kapal asal Spanyol dan Portugal yang berlayar bertepatan dengan perjalanan keliling dunia untuk mengenang ekspedisi Magelhaens 500 tahun lalu.

Pada acara puncak 23 September 2021, direncanakan wisatawan dari 100 negara akan datang ke Kota Tidore Kepulauan.

Suhanto menekankan bahwa kegiatan Sail Tidore 2021 harus mampu memberikan dampak positif selama dan setelah kegiatan berlangsung.

“Pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat berpartisipasti secara penuh dan merasakan manfaatnya,” tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim dalam pertemuan itu berharap agar pada saat peluncuran Sail Tidore 2021 masyarakat di Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan turut serta meramaikan kegiatan. Hal ini merupakan bentuk dukungan dalam pembangunan ekonomi Maluku Utara, khususnya Kota Tidore kepulauan.

“Perayaan ini menjadi salah satu momentum penting dan strategis untuk mendorong peningkatan kerja sama para pihak dalam rangka pembangunan pariwisata daerah, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan sektor industri dan ekonomi kreatif untuk kesejahteraan rakyat,” harap Ali.

Sebelum rapat koordinasi, Suhanto dan peserta rapat melakukan peninjauan ke lokasi pusat pelaksanaan Sail Tidore, yaitu Pantai Tugulufa Kota Tidore Kepulauan.

Suhanto optimis pelaksanaan Sail Tidore 2021 merupakan strategi ampuh untuk meningkatkan potensi kelautan dan pariwisata Indonesia di mata dunia internasional.

”Saat peninjauan, kami telah melihat progres persiapan pelaksanaan. Kerja-kerja panitia sudah berjalan dan pemerintah daerah telah menyiapkan infrastruktur dasar sesuai dengan perencanaan. Namun demikian, kami meminta agar pembangunan infrastruktur terus dilakukan,” pungkas Suhanto.