Mendag Sebut Ekspor Non Migas April 2021 Tertinggi Sepanjang Masa

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo menorehkan catatan sejarah baru dalam neraca perdagangan Indonesia. Pada April 2021 neraca perdagangan surplus US$2,19 miliar.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan, surplus neraca ekspor impor pada April 2021 tersebut disumbang surplus neraca non migas sebesar US$3,26 miliar dan defisit neraca migas US$1,07 miliar.

"Indonesia juga mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, antara lain Amerika Serikat sebesar US$1,22 miliar, Filipina US$0,55 miliar dan India US$0,44 miliar,” kata Lutfi melalui keterangan tertulis, Senin, 24 Mei 2021.

Baca juga: Viral Aksi Suami-Istri Kejar Pelaku Begal Payudara, Hero of The Day

Adapun neraca perdagangan kumulatif pada Januari-April 2021 juga surplus US$7,72 miliar. Nilai tersebut dipastikannya melampaui surplus perdagangan periode Januari-April 2020 yang hanya mencapai US$2,22 miliar.

Dari berbagai catatan tersebut, Lutfi mengungkapkan, total ekspor Indonesia pada April 2021 yang sebesar US$18,48 miliar merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2011. Sedangkan ekspor non migas bulan tersebut yang mencapai US$17,52 miliar disebutnya menjadi yang tertinggi sepanjang masa.

"Ini merupakan yang tertinggi sepanjang masa," tegas dia.

Lutfi menyatakan, peningkatan ekspor sektor migas secara bulanan (MoM) sebesar 5,34 persen dan juga peningkatan ekspor non migas sebesar 0,44 persen (MoM).

Menurut Lutfi, peningkatan ekspor April 2021 didorong peningkatan hampir seluruh sektor. Ekspor sektor industri naik 0,56 persen, pertambangan naik 2,33 persen, migas naik 5,34 persen dan hanya pertanian turun 14,55 persen (MoM).

“Capaian kinerja ekspor yang sangat baik di masa pemulihan ekonomi ini dapat diartikan bahwa Indonesia mampu memanfaatkan peluang yang ada pada saat dunia sedang bergerak menuju pemulihan ekonomi," ungkap Lutfi.

Komoditas utama ekspor pada April 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan pangsa 45,42 persen dari total ekspor non migas.

Adapun untuk non migas antara lain logam mulia, perhiasan/permata (HS 71) naik 39,47 persen, timah dan produknya (HS 80) naik 31,48 persen (MoM), bijih logam (HS 26) naik 26,55 persen, bahan kimia organik (HS 28) naik 17,51 persen serta besi dan baja (HS 72) naik 17,50 persen.

Untuk kinerja impor pada bulan tersebut, sebagaimana yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Lutfi mengatakan bahwa tercatat sebesar US$16,29 miliar. Angka ini turun sebesar 2,98 persen (MoM) atau naik sebesar 29,92 persen (YoY).

“Meskipun secara bulanan menurun, jika dibandingkan April 2020 kinerja impor periode ini menjadi sinyal peningkatan aktivitas industri dan perekonomian nasional,” ungkap Lutfi.